EDITORIALHeadline

Preservasi Jalan Glonggong–Pacitan–Hadiwarno–Batas Trenggalek Terus Berjalan, Jaga Kemantapan Jalur Nasional dan Dukung Mobilitas Masyarakat

1164
×

Preservasi Jalan Glonggong–Pacitan–Hadiwarno–Batas Trenggalek Terus Berjalan, Jaga Kemantapan Jalur Nasional dan Dukung Mobilitas Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PACITAN, analisapublik.id — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Timur terus melaksanakan kegiatan preservasi jalan pada ruas nasional Glonggong–Pacitan–Hadiwarno–Batas Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi jalan nasional tetap mantap, aman, nyaman, dan laik fungsi bagi masyarakat pengguna jalan.

Penanganan preservasi tersebut meliputi pekerjaan pemeliharaan rutin kondisi sepanjang 78 kilometer dan pekerjaan holding sepanjang 6,20 kilometer dengan menggunakan metode Campuran Aspal Panas (CAP). Kegiatan dilaksanakan pada ruas strategis yang menghubungkan wilayah Pacitan dengan Kabupaten Trenggalek serta menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Preservasi jalan merupakan langkah pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas infrastruktur jalan agar tetap berfungsi optimal. Melalui pekerjaan ini, kerusakan jalan dapat dicegah sejak dini sehingga tingkat pelayanan jalan nasional tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan dapat ditingkatkan.

Ruas Glonggong–Pacitan–Hadiwarno–Batas Kabupaten Trenggalek memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah di kawasan selatan Jawa Timur. Jalur ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai akses transportasi harian masyarakat, tetapi juga menjadi pendukung aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga sektor pariwisata yang berkembang di wilayah Pacitan dan sekitarnya.

BBPJN Jawa Timur–Bali menyebutkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan rutin kondisi dan holding dilakukan untuk memastikan jalan nasional tetap berada dalam kondisi mantap sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Metode Campuran Aspal Panas (CAP) dipilih karena dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas perkerasan jalan serta memperpanjang usia layanan infrastruktur.

Dengan terjaganya kondisi ruas jalan tersebut, diharapkan konektivitas antarwilayah dapat terus meningkat dan kelancaran mobilitas masyarakat tetap terjamin. Selain itu, keberadaan infrastruktur jalan yang andal juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kelancaran arus barang dan jasa.

BBPJN Jawa Timur–Bali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan infrastruktur yang optimal melalui program preservasi jalan nasional secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas jaringan jalan nasional sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Editor: Respati

Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.