Yogyakarta – analisapublik.id | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta melakukan peremajaan Jembatan Kewek untuk menjaga kekuatan struktur sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai salah satu penghubung penting di pusat Kota Yogyakarta.
Penanganan dilakukan pada jembatan dengan panjang bentang 30,60 meter dan lebar jalan 11 meter. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur yang selama ini menopang mobilitas masyarakat di kawasan Kewek dan sekitarnya.
Tahapan konstruksi meliputi pengeboran fondasi borepile, pemasangan rangka tulangan, serta pengecoran borepile. Fondasi tersebut dibangun untuk meningkatkan daya dukung jembatan sehingga struktur di atasnya lebih kokoh dan mampu berfungsi dalam jangka panjang.
Selain pekerjaan fondasi, pelaksana proyek juga membangun dinding penahan tanah atau DPT dan groundsill. Kedua struktur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan tanah, memperkuat kawasan sekitar jembatan, serta melindungi konstruksi dari potensi gangguan pada dasar dan tebing sungai.
Peremajaan dibutuhkan karena Jembatan Kewek bukan sekadar prasarana lalu lintas. Kawasan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Kota Yogyakarta dan dikenal sebagai penghubung antara kawasan Kotabaru dengan arah Malioboro melintasi Sungai Code.
Jejak sejarah kawasan Kewek telah muncul sejak pembangunan jaringan kereta api dan Stasiun Lempuyangan oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij pada 1872. Akses jalan yang melintasi Sungai Code kemudian dikembangkan pada dekade 1920-an agar perjalanan dari Kotabaru menuju Malioboro tidak harus memutar melalui Jembatan Gondolayu.
Nama “Kewek” diyakini berasal dari pelafalan masyarakat terhadap istilah Belanda, Kerk Weg, yang berarti jalan menuju gereja. Gereja yang dimaksud adalah Gereja Santo Antonius di kawasan Kotabaru. Sebutan itu kemudian melekat dan tetap digunakan masyarakat hingga sekarang.
Keberadaan Jembatan Kewek juga tidak terpisahkan dari penataan kawasan Kleringan dan ruang publik di sekitarnya. Pemerintah Kota Yogyakarta sebelumnya menyampaikan rencana revitalisasi kawasan tersebut agar lebih nyaman, bersih, dan tetap memiliki nilai strategis bagi masyarakat.
Melalui penanganan yang dilakukan BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Jembatan Kewek diharapkan tetap mampu mendukung konektivitas dan kelancaran mobilitas warga. Penguatan struktur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan salah satu penanda sejarah yang telah lama melekat pada wajah Kota Yogyakarta.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta






