SURABAYA, analisapublik.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan unit pelaksana teknis (UPT) dilakukan sebagai langkah strategis penguatan kinerja organisasi menghadapi dinamika Tahun Anggaran (TA) 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Tambeng usai pelaksanaan serah terima jabatan pejabat Eselon III di lingkungan DPU Bina Marga Jatim yang digelar di Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP), Surabaya, Senin (13/1/2026). Ia menyebutkan, tantangan lapangan dan penyesuaian regulasi menuntut soliditas, kecepatan adaptasi, serta koordinasi lintas unit yang lebih kuat.
Berdasarkan konfirmasi pada Senin, 19 Januari 2026, kepada Kepala Dinas, mutasi dan rotasi jabatan dilakukan di sejumlah UPT strategis. Kepala UPT Malang yang sebelumnya dijabat Ir. Agus Purnomo, S.T., M.T., kini diemban Ir. Aryo Yudhanto Wijokongko, S.T., M.T., yang sebelumnya menjabat Kepala UPT Jember. Sementara itu, Kepala UPT Banyuwangi saat ini dijabat Ir. Samsul Wijajanto, S.T., M.T., dan Kepala UPT Bojonegoro diisi oleh Ir. Deny Bramantara, S.T., M.T.
Tambeng menjelaskan, rotasi jabatan merupakan mekanisme organisasi yang bertujuan mencari komposisi terbaik agar pelaksanaan program kerja berjalan lebih efektif dan terukur. Ia meminta para pejabat yang mendapat amanah baru untuk segera beradaptasi, menjaga kekompakan internal, serta memperkuat sinergi antarsesama UPT.
“Kita ini satu kesatuan. Jika satu unit tidak optimal, dampaknya akan dirasakan unit lain. Karena itu, jaga komunikasi, ciptakan suasana kerja yang kondusif, dan fokus pada target kinerja,” ujarnya.
Menurut Tambeng, keberhasilan pelaksanaan program infrastruktur jalan di Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kepemimpinan di tingkat UPT yang mampu mengelola sumber daya, merespons persoalan lapangan, dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
Ia menutup dengan harapan agar seluruh pejabat yang dilantik mampu melanjutkan kinerja positif dari pimpinan sebelumnya sekaligus melakukan perbaikan di titik-titik yang masih belum optimal, demi mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Timur.
Reporter : Rijen Senario
Editor : Subardi, SE






