HeadlinePemerintahan

Pemkot Surabaya Targetkan Flyover Taman Pelangi Rampung 2027

306
×

Pemkot Surabaya Targetkan Flyover Taman Pelangi Rampung 2027

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya memastikan proyek pembangunan flyover Taman Pelangi segera memasuki babak baru. Hal ini menyusul tuntasnya proses pembebasan lahan bagi warga yang terdampak di kawasan Kampung Taman Pelangi melalui mekanisme konsinyasi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung proses pembongkaran bangunan bekas permukiman warga pada Kamis pagi, 15 Januari 2026. Ia menargetkan seluruh bangunan yang sebelumnya berdiri di area tersebut akan rata dengan tanah dalam waktu maksimal dua hari.

“Alhamdulillah, semua bangunan di Taman Pelangi ini sudah dikonsinyasi dan warga sudah menerima ganti rugi. Hari ini kita tuntaskan perobohan seluruh bangunan agar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bisa segera melakukan survei dan memulai pelaksanaan tahun ini,” ujar Eri di sela-sela peninjauan lokasi.

Eri menjelaskan bahwa pembangunan jembatan layang ini akan dilaksanakan secara tahun jamak (multiyears) yang mencakup tahun anggaran 2026 hingga awal 2027. Nilai investasi untuk infrastruktur strategis ini diperkirakan mencapai Rp350 miliar hingga Rp400 miliar.

Rencananya, flyover ini akan memiliki kapasitas dua hingga dua setengah lajur. Pemkot Surabaya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian PU terkait desain teknis atau Detail Engineering Design (DED) sejak tahun lalu.

“Kami sudah berdiskusi dengan kementerian untuk menentukan desainnya. Saat ini prosesnya adalah penyelesaian perencanaan dan bisa langsung masuk tahap pelelangan. Targetnya awal Januari 2027 sudah selesai,” kata Eri.

Atasi Kemacetan dan Simpul Banjir

Selain memecah kepadatan lalu lintas di pintu masuk Surabaya Selatan, proyek ini memiliki fungsi ganda sebagai solusi penanganan banjir. Eri mengungkapkan bahwa kawasan Taman Pelangi selama ini menjadi simpul pertemuan aliran air yang seringkali terhambat.

Ia telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya untuk memperlebar saluran drainase di lokasi tersebut. Menurutnya, saluran yang ada saat ini tidak optimal karena posisinya yang terputus, sehingga menghambat laju air menuju pembuangan akhir.

“Dengan robohnya bangunan ini, kapasitas saluran akan kita besarkan agar air bisa mengalir lancar (loose). Ini krusial karena Taman Pelangi adalah titik temu aliran dari saluran Kebon Agung,” jelasnya.

Lebih lanjut, skema pengendalian air juga akan diatur melalui optimalisasi rumah pompa. Aliran air dari kawasan Ketintang Baru akan dialihkan agar tidak menumpuk di Wonocolo, melainkan diarahkan menuju saluran di depan sekolah Al Hikmah untuk dibuang ke Sungai Kebon Agung dan diteruskan ke Kali Surabaya.

Eri berharap proses konstruksi bisa dimulai lebih awal, yakni pada akhir triwulan pertama atau awal triwulan kedua tahun 2026.

“Yang terpenting, titik macet yang paling parah di Surabaya Selatan ini harus segera terselesaikan tahun ini. Pembangunan ini adalah prioritas untuk kenyamanan warga,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.