EDITORIALHeadline

Gelombang Aksi Ojol di Surabaya, Tuntut Sistem Aplikasi Lebih Adil bagi Driver

1460
×

Gelombang Aksi Ojol di Surabaya, Tuntut Sistem Aplikasi Lebih Adil bagi Driver

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id | Unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Timur menyebabkan kepadatan lalu lintas di Surabaya , Selasa 28/4/2026 , adanya aksi pengemudi ojek online (ojol) yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap sistem aplikator yang merugikan pihak pengemudi ojek online.

Dalam pantauan reporter di lapangan aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 2.000 peserta aksi pendemo yang rata rata merupakan perwakilan dari berbagai driver yang ikut terlibat turun ke jalan.

Aksi berkumpul pada pukul 08:00 WIB dan mulai menyuarakan aksinya di depan kantor gedung Dinas Informatika Provinsi Jawa Timur , A yani Surabaya.

Disusul massa bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya. Pergerakan konvoi ini menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan aplikasi yang diduga sangat merugikan pihak driver ojol.

Dalam wawancara reporter kami di lapangan kepada sallah satu driver ojol, Fuad menegaskan bahwa kebanyakan driver ojol keberatan dengan potongan yang di ambil oleh pihak Aplikasi, selain itu ada juga point yang ditegaskan pada pernyataan Fuad, pada sistem aplikasi yang dinilai sangat merugikan driver. Potongan discount harga aplikasi dan keluhan pembatalan sepihak oleh konsumen juga menjadi keresahan. Fuad berharap agar sistem operasi aplikasi lebih memanusiakan para driver. Pada wawancara akhir Fuad juga mengatakan agar konsumen jangan semena” untuk melakukan pembatalan sepihak antara konsumen dan driver.

Pihak kepolisian dan instansi terkait melakukan upaya rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus di beberapa titik strategis pada Kota Surabaya, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama aksi berlangsung. Khususnya para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut agar dihimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan mencari alternatif rute jalan guna menghindari kemacetan.

Selain itu, pengaturan lalu lintas juga bertujuan untuk memastikan keamanan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya. Kehadiran petugas polisi di lapangan diharapkan mampu meminimalisir potensi kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Hingga artikel ini dibuat hasil dari unjuk rasa belum menunjukkan hasil yang diharapkan, Laporan di lapangan masa aksi di depan gedung DPRD sudah melakukan pembubaran diri sejak jam 1 siang dan titik kemacetan hanya berada di depan kantor DPRD provinsi Jawa timur Kota Surabaya.

Sumber: analisapublik.id

Reporter: Respati

Editor: Ibnu Aji Sesario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.