HeadlinePeristiwa

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Lava Pijar dan Letusan 1.000 Meter

405
×

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Lava Pijar dan Letusan 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini

Lumajanh, analisapublik.id– Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang disertai letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak serta luncuran lava pijar pada Senin (8/12) malam.

​”Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 8 Desember 2025, pukul 21.24 WIB,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

​Menurut Mukdas, tinggi kolom letusan teramati mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut.

​”Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 182 detik,” jelasnya.

​Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut juga terpantau dari Pos Pengamatan meluncurkan lava pijar dari atas puncak, dengan jelas terlihat sinar api turun ke bawah.

​Status Siaga dan Rekomendasi PVMBG

​Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat:

  • ​Jalur Tenggara Besuk Kobokan: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
  • ​Tepi Sungai: Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  • ​Radius Puncak: Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

​PVMBG juga meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.