HeadlinePemerintahan

Lumajang Luncurkan ‘Nguri-Nguri Budaya Jawa’ Sebagai Pelestarian Budaya dari Sekolah Dasar

255
×

Lumajang Luncurkan ‘Nguri-Nguri Budaya Jawa’ Sebagai Pelestarian Budaya dari Sekolah Dasar

Sebarkan artikel ini

Lumajang , analisapublik.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pelestarian budaya Jawa harus diarusutamakan melalui pendidikan formal sejak usia dini. Menurut Indah, sekolah memegang peran krusial sebagai fondasi utama penanaman nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.

Pesan ini disampaikan Bupati Indah saat peluncuran Program “Nguri-Nguri Budaya Jawa” yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-113 SDN Citrodiwangsan 02, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/10/2025).

“Pendidikan formal adalah fondasi utama untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Sekolah tidak hanya mendidik anak-anak untuk pintar, tetapi juga membentuk karakter yang menghargai akar budaya dan kearifan lokal,” ujar Indah, menekankan pentingnya integrasi budaya ke dalam kurikulum.

Lumajang Tanamkan Jati Diri Lewat Kurikulum
Pemerintah Kabupaten Lumajang (Pemkab) secara resmi meluncurkan program “Nguri-Nguri Budaya Jawa” sebagai respons konkret terhadap pentingnya pelestarian identitas. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan siswa secara langsung, seperti:

  • Tembang Dolanan
  • Karawitan (musik gamelan)
  • Busana Adat
  • Penggunaan Bahasa Jawa Krama
Baca Juga:  Mutasi Polri Jawa Timur : AKBP Arif Fazlurrahman Resmi Jabat Kapolres Lamongan

Program ini dirancang untuk membiasakan siswa dengan warisan budaya leluhur sekaligus mengembangkan kreativitas, karakter, dan rasa percaya diri mereka.

Bupati Indah menegaskan bahwa kombinasi antara ilmu pengetahuan dan nilai budaya akan melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter, serta mampu menghargai sejarah dan identitas bangsa.

“Generasi yang memahami dan mencintai budayanya akan tumbuh menjadi warga yang tangguh, beretika, dan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.

Bupati mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Lumajang untuk meniru langkah SDN Citrodiwangsan 02, dengan menjadikan pendidikan berbasis budaya sebagai bagian integral dari kurikulum. Ia mengapresiasi antusiasme siswa dan guru yang menampilkan kesenian tradisional, mulai dari tari daerah hingga gamelan, sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran kreatif.

“Sekolah adalah laboratorium karakter. Dengan menanamkan budaya sejak dini, kita tidak hanya mendidik generasi pintar, tetapi juga generasi yang menghargai nilai luhur bangsa,” tegasnya.

Indah berharap, SDN Citrodiwangsan 02 dapat menjadi pelopor pendidikan berbasis kearifan lokal di Lumajang. Sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat disebutnya penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berprestasi, berbudaya, dan berkarakter.

Baca Juga:  Mutasi Polri Jawa Timur : AKBP Arif Fazlurrahman Resmi Jabat Kapolres Lamongan

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.