HeadlinePemerintahan

Pemerintah Tuban Luncurkan Inovasi “Tuban Rapakat” untuk Dekatkan ASN dengan Masyarakat

×

Pemerintah Tuban Luncurkan Inovasi “Tuban Rapakat” untuk Dekatkan ASN dengan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TUBAN, analisapublik.id – Birokrasi seringkali dituding sebagai menara gading. Kaku. Jauh dari denyut nadi rakyat. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban kini berupaya meruntuhkan dinding pemisah itu. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Tuban meluncurkan inovasi bernama “Tuban Rapakat,” akronim dari “Aparatur Sapa Masyarakat.” Ini bukan sekadar nama, melainkan janji untuk mengubah cara ASN bekerja.

Kegiatan perdana Tuban Rapakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singgahan, Rabu (08/10), mengusung tema fundamental: “Peran ASN dalam Masyarakat dan Literasi Keuangan,” dengan fokus diskusi pada “Penguatan Pertanian dengan Integrated Farming.”

Antusiasme publik? Di luar dugaan. Ratusan peserta—mulai dari ASN, tenaga non-PNS, kepala dan perangkat desa, hingga pelajar—membanjiri RTH Singgahan. Bukti bahwa saat birokrasi menawarkan dialog terbuka, rakyat siap menyambut. Bahkan, siaran langsungnya di kanal YouTube BKPSDM Tuban sudah ditonton lebih dari 1.200 kali.

Dari Meja Kerja ke Lapangan: Menjembatani Aspirasi
Kepala BKPSDM Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih, tidak basa-basi. Ia menyatakan Tuban Rapakat adalah wahana dialog strategis. Ini adalah ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, gagasan, dan masukan langsung kepada Pemkab.

Baca Juga:  Program KIR Gratis Dongkrak Kesadaran Uji Kelayakan Kendaraan di Tuban

“Tuban Rapakat menjadi ruang strategis bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, gagasan, dan masukan langsung kepada Pemkab Tuban. Aparatur pun dapat mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas Fien.

Pesan intinya keras dan lugas: ASN harus memiliki kepekaan sosial tinggi. Mereka wajib mampu mengenali dan memahami masalah di lapangan, lalu menerjemahkannya menjadi solusi konkret.

“ASN harus adaptif, solutif, berintegritas, dan proaktif dalam membangun daerah,” tegasnya. Ini bukan lagi era ASN duduk manis menunggu laporan. Ini adalah era ASN sebagai agen perubahan, penggerak terwujudnya birokrasi modern yang efektif dan akuntabel.

ASN: Bukan Sekadar Pelayan Administrasi, tapi Role Model
Fien Roekmini lebih lanjut mendefinisikan peran ASN yang lebih besar dari sekadar pemberi layanan administratif. ASN, katanya, harus menjadi role model kehidupan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, sekaligus menjadi penggerak partisipasi masyarakat.

“ASN diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan menjadi teladan dalam berperilaku, beretika, serta dalam menjaga nilai kebangsaan,” ujarnya.

Inovasi “Tuban Rapakat” adalah taruhan Pemkab Tuban. Taruhan bahwa dengan mendengarkan, berdialog, dan “turun gunung,” aparatur negara bisa kembali mendapatkan kepercayaan publik. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi, namun tantangannya adalah menjamin program ini bukan sekadar gimmick awal, melainkan komitmen berkelanjutan yang menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan. Tuban kini sedang membuktikan, apakah birokrasi memang bisa menjadi sahabat sejati rakyat.

Baca Juga:  Bupati Tuban Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 693 Pegawai, Jadi Ujung Tombak Layanan Operasional

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.