HeadlinePemerintahan

Tuban Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Eliminasi TBC hingga Tekan Kasus DBD

366
×

Tuban Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Eliminasi TBC hingga Tekan Kasus DBD

Sebarkan artikel ini

TUBAN, analisapublik.com – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Penyakit Menular Prioritas pada Rabu (24/9/2025). Rakor ini bertujuan memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam pengendalian Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Tuban.

Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun. Pemerintah pusat menargetkan eliminasi TBC pada 2030, dan Tuban diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut melalui pembentukan Desa Siaga TBC di setiap kecamatan.

“Penemuan kasus TBC di Tuban baru mencapai 54 persen dari target 90 persen. Investigasi kontak baru 58 persen, dan terapi pencegahan baru 17,5 persen. Artinya, kita masih perlu memperkuat sinergi semua pihak,” tegasnya.

DBD dan Imunisasi Jadi Prioritas
Selain TBC, Wabup juga menyoroti peningkatan kasus DBD. Hingga Agustus 2025, tercatat 683 kasus DBD dengan 12 kasus meninggal dunia. Ia pun mengajak masyarakat untuk menggiatkan gerakan 3M Plus dan mengaktifkan kembali program satu rumah satu pemantau jentik.

“Upaya preventif adalah kunci. Kami butuh partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.

Dalam bidang imunisasi, Joko menegaskan pentingnya menjaga cakupan imunisasi anak untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Ia menekankan bahwa imunisasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah wabah penyakit.

Fokus pada Peningkatan Capaian
Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan, M.H., memaparkan perkembangan teknis masing-masing program.

TBC: Kabupaten Tuban memiliki 39 fasilitas kesehatan (faskes) mikroskopis dan delapan faskes pemeriksa TCM. Namun, indikator penemuan kasus dan terapi pencegahan masih harus ditingkatkan.

DBD: Roikan mengungkapkan adanya peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pengendalian dilakukan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan pemantauan jentik secara rutin. “Tahun ini ada 12 kematian akibat DBD, naik dari tujuh kasus pada 2024. Tantangan kita adalah meningkatkan efektivitas PSN,” jelasnya.

Imunisasi: Capaian hingga Agustus 2025 masih berada di kisaran 50–60 persen. Dari 33 puskesmas di Tuban, baru tujuh puskesmas yang telah membentuk Desa Imunisasi Mantap (Iman).

Roikan juga melaporkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Tuban yang kini mencapai 94,37 persen. Masih ada sekitar 53 ribu jiwa yang belum terdaftar aktif, dan ini menjadi fokus koordinasi lintas OPD untuk mencapai target nasional sebesar 98,6 persen.

Rakor ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dan agama dalam memperluas cakupan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Tuban.
(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.