HeadlinePemerintahan

Tuban dan 9 Daerah Jatim Teken Kerja Sama Perkuat Ruang Siber

270
×

Tuban dan 9 Daerah Jatim Teken Kerja Sama Perkuat Ruang Siber

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP), bersama sembilan pemerintah daerah lain di Jawa Timur, resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mempercepat transformasi digital dan membangun ruang siber yang lebih sehat.

Penandatanganan ini berlangsung dalam ajang Forum Pemerintahan Digital Jawa Timur 2025 yang mengangkat tema strategis: “Akselerasi Pemerintahan Digital dalam Mewujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” di Malang, Jumat (7/11/2025).

Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menandatangani PKS tersebut bersama kepala dinas dari Kabupaten Bangkalan, Blitar, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Sumenep, serta Kota Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo.

Langkah ini mempertegas komitmen kolaborasi antardaerah di Jawa Timur. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup empat pilar utama: komunikasi, informatika, statistik, dan persandian.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi digital ini.

“Sepuluh PKS yang ditandatangani hari ini merupakan tahap awal. Kami ingin mereplikasi keberhasilan program Klinik Hoaks dan memperluasnya ke bidang Komunikasi, Informatika, Persandian, Keamanan Informasi, serta Data dan Statistik,” jelas Sherlita.

Ia menambahkan, inisiatif kerja sama ini direncanakan akan diperluas hingga mencakup seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pembaruan Nota Kesepakatan (MoU) antara Gubernur Jatim dengan para bupati dan wali kota. Kami ingin kerja sama nyata di lapangan juga dituangkan dalam bentuk PKS yang konkret,” imbuhnya, menekankan bahwa digitalisasi harus terimplementasi secara struktural di tingkat teknis.

Setelah penandatanganan PKS, Forum dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada daerah yang aktif dalam pencegahan judi online. Sesi inti diisi seminar bertema “Infrastruktur Pemerintahan Digital” yang membahas isu-isu krusial.

Narasumber utama, Diah Utami dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, menyoroti penguatan infrastruktur TIK daerah, pentingnya keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi baru. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data dinilai vital untuk peningkatan pelayanan publik berbasis data yang akurat dan efisien.

Kepala Diskominfo-SP Tuban, Arif Handoyo, menyebut keikutsertaan Kabupaten Tuban dalam forum ini sebagai momentum percepatan transformasi digital daerah.

“Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi Tuban untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital dan meningkatkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien,” ujarnya.

Forum Pemerintahan Digital Jawa Timur merupakan wujud komitmen kolektif Pemprov dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi transformasi digital yang inklusif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi, demi mewujudkan visi besar “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.

(Res)