SLEMAN, analisapublik.id – Dahulu, Sendang Sombomerti di Dusun Sombomerten, Demangan, Maguwoharjo, Sleman, hanyalah sendang sederhana yang digunakan warga untuk mandi dan mencuci. Seiring waktu, sendang itu mulai ditinggalkan, airnya keruh, tak terawat, dan tertutup rumput liar.
Namun, siapa sangka, sendang yang pernah sepi itu kini menjelma menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang ramai dikunjungi. Transformasi ini berawal dari kesadaran warga akan pentingnya merawat lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi. Kawasan ini ditata ulang dengan penuh semangat gotong royong, mulai dari membersihkan sendang, menanam pepohonan, hingga membuka akses jalan.
Kini, wajah Sendang Sombomerti berubah total. Pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang anak, kolam terapi ikan, area pemancingan, hingga gazebo untuk bersantai. Semua fasilitas ini dibangun dari kreativitas dan kerja keras warga setempat.
“Sendang ini buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp5.000. Hasil penjualan tiket kami gunakan untuk gaji pegawai dan pengembangan fasilitas,” tutur Waladi, pengelola yang akrab disapa prajurit sendang, Minggu (7/9/2025).
Bagi warga sekitar, keberadaan sendang ini bukan hanya menghadirkan ruang rekreasi, tetapi juga membuka jalan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Lapak-lapak kecil yang menjual makanan, minuman, hingga kerajinan tangan tumbuh di sekitar kawasan, menambah kesejahteraan masyarakat.
Transformasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bank BPD DIY melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) membantu pembangunan toilet, tempat ibadah, hingga pelatihan digital bagi pengelola. Bahkan, sistem pembayaran digital QRIS mulai diterapkan, membuat transaksi lebih praktis bagi pengunjung maupun pelaku UMKM.
Tak hanya sebagai ruang rekreasi, Sendang Sombomerti juga menjadi lokasi belajar di alam terbuka. Banyak sekolah mengajak muridnya datang untuk memahami pentingnya menjaga air, memilah sampah, hingga peduli terhadap lingkungan. Sendang pun berfungsi sebagai ruang edukasi ekologis yang menumbuhkan kesadaran generasi muda.
Meskipun semakin modern, warga tidak melupakan akar tradisi. Prosesi sedekah bumi rutin digelar setiap tahun sebagai wujud syukur kepada alam. Tradisi ini mempererat ikatan sosial dan menjadi warisan budaya yang dikenalkan kepada anak-anak.
Kini, Sendang Sombomerti bukan sekadar tempat wisata, melainkan simbol kekuatan gotong royong masyarakat. Dari sendang yang dulunya terlupakan, kawasan ini tumbuh menjadi ruang wisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi yang manfaatnya dirasakan bersama. Dengan pengelolaan berkelanjutan, Sendang Sombomerti diharapkan terus menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal, tradisi, dan inovasi bisa berjalan beriringan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga harmoni dengan alam.
(Res)





