EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Solusi Kekeringan, Kementerian PU Perluas Jaringan Irigasi Air Tanah di Gunungkidul

433
×

Solusi Kekeringan, Kementerian PU Perluas Jaringan Irigasi Air Tanah di Gunungkidul

Sebarkan artikel ini

 

 

Jakarta, analisapublik.id  – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) merupakan solusi krusial bagi daerah tadah hujan seperti Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami sudah berkomitmen bersama Ibu Bupati untuk seluruh area Gunungkidul yang memiliki potensi air tanah memadai. Kami akan bantu bangun beberapa titik tambahan jaringan irigasi air tanah secara bertahap, sekaligus memperhatikan kebutuhan jalan usaha tani agar akses petani ke lahan juga semakin mudah,” kata Dody dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Minggu (tanggal tidak disebutkan di berita asli).

 

Dukungan Produktivitas Pertanian

 

Kementerian PU secara aktif memperluas pembangunan JIAT untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah yang rawan kekeringan di Gunungkidul. Program ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan air memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dody menegaskan, infrastruktur irigasi air tanah memungkinkan petani di daerah tadah hujan seperti Gunungkidul untuk bisa menanam lebih dari sekali dalam setahun. “Ke depan, kita ingin Gunungkidul tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan. Secara perlahan, seluruh wilayah akan berubah menjadi kawasan yang produktif,” ujarnya.

 

Proyek JIAT Blimbing: Manfaat Nyata

 

Salah satu lokasi penerima manfaat terbaru berada di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Pembangunan infrastruktur JIAT Blimbing bersumber dari APBN dengan biaya sebesar Rp578 juta. Proyek ini mencakup:

Panjang saluran: 172 meter.

Luas layanan: 14,5 hektar.

Sistem pompa air tanah dengan sumur dalam 100 meter.

Jaringan distribusi: panjang 4,67 km.

Rumah genset dan panel pompa dengan debit produksi 30 liter per detik, yang berfungsi menjaga suplai air stabil sepanjang tahun.

Keberadaan JIAT Blimbing telah terbukti efektif dalam meningkatkan luas tambah tanam (LTT) hingga 32 hektar.

 

Program Berkelanjutan

 

Secara historis, sejak tahun 1980-an, sekitar 40 jaringan irigasi air tanah telah terbangun di wilayah Gunungkidul. Pembangunan JIAT baru, seperti di Blimbing, menjadi bukti kesinambungan program Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dalam memanfaatkan potensi air bawah tanah untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.