EDITORIALHeadline

Satker PJN Jawa Timur–Bali Perkuat Pengawasan Jalur Nasional Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

55
×

Satker PJN Jawa Timur–Bali Perkuat Pengawasan Jalur Nasional Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali meningkatkan intensitas pengawasan terhadap kondisi jalur nasional di berbagai koridor strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Penguatan pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah dalam menjaga stabilitas arus lalu lintas selama periode mudik. Jalur nasional memiliki fungsi vital sebagai penghubung mobilitas antarwilayah sekaligus menjadi jalur utama distribusi logistik dan angkutan barang yang tetap beroperasi selama masa Lebaran.

Seiring meningkatnya volume kendaraan, kondisi infrastruktur jalan menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, Satker PJN Jawa Timur–Bali melakukan pemantauan intensif terhadap berbagai aspek teknis jalan nasional, mulai dari kondisi perkerasan, fungsi sistem drainase, hingga kelengkapan perlengkapan keselamatan lalu lintas seperti marka dan rambu.

Pengawasan tersebut berada di bawah koordinasi Satker PJN BBPJN Jawa Timur–Bali yang dipimpin Javid Hurriyanto, S.T., M.T., dengan kantor operasional di Jalan Raya Waru No. 20, Sidoarjo. Melalui struktur kerja yang terorganisasi, satker memastikan seluruh ruas jalan nasional dalam wilayah penanganan preservasi tetap berada dalam kondisi fungsional dan laik operasi selama periode mudik.

Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala oleh tim teknis dengan fokus pada deteksi dini terhadap potensi kerusakan jalan maupun gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan. Setiap temuan di lapangan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang berpotensi menghambat arus kendaraan.

Selain memastikan kondisi fisik jalan tetap mantap, pengawasan juga mencakup evaluasi sistem drainase guna mencegah genangan air yang dapat memicu kerusakan perkerasan. Kelengkapan marka jalan, rambu lalu lintas, serta elemen keselamatan lainnya turut menjadi bagian dari pemeriksaan teknis rutin tim lapangan.

Dalam menghadapi periode mudik, Satker PJN Jawa Timur–Bali menyiagakan tim preservasi untuk penanganan cepat terhadap potensi gangguan di ruas jalan nasional. Tim ini dilengkapi peralatan serta material penanganan darurat guna memperbaiki kerusakan ringan hingga menengah dalam waktu singkat.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat selama masa siaga mudik. Satker PJN bekerja sama dengan BBPJN Jawa Timur–Bali, aparat kepolisian, serta instansi teknis terkait untuk memastikan pengawasan jalur nasional berjalan terpadu. Koordinasi tersebut mencakup pertukaran informasi kondisi lalu lintas, kesiapan penanganan darurat, serta respons cepat apabila terjadi gangguan pada ruas jalan.

Selain pengawasan fisik, pemerintah mengoptimalkan sistem pemantauan berbasis digital untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi kondisi jalur mudik. Melalui Microsite Mudik Lebaran Kementerian Pekerjaan Umum, masyarakat dapat memantau kondisi jalan nasional secara real-time, termasuk akses CCTV lalu lintas, informasi ruas tol dan non-tol, lokasi rest area, serta titik posko mudik di sepanjang jalur utama.

Dalam struktur pengelolaan Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, penanganan teknis ruas jalan berada di bawah tanggung jawab sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni:

PPK Bagian Umum dan Tata Usaha: Rizki Hari Wahyunarso, S.E., M.T.

PPK Bidang Keterpaduan Infrastruktur Jalan: Yusuf Adinegoro, S.T., M.Sc., Ph.D.

PPK Preservasi I: Okto Ferry Silitonga, S.T., M.T.

PPK Preservasi II: Ayu Pertimasari Sekar Handayani, S.T., M.T.

PPK Bidang Pembangunan dan Pengujian: Andre Sahat Tua Sirait, S.T., M.T.

Struktur organisasi tersebut memastikan setiap koridor jalan nasional berada dalam pengawasan teknis yang jelas dan terukur sehingga proses pemeliharaan serta penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari dukungan keselamatan perjalanan selama masa mudik, BBPJN Jawa Timur–Bali juga menyiapkan sejumlah posko mudik di beberapa titik jalur nasional. Posko tersebut berfungsi sebagai lokasi istirahat sementara bagi pengendara sebelum melanjutkan perjalanan jarak jauh menuju tujuan mudik. Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat guna mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan secara matang dengan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia.

Dengan kesiapan infrastruktur jalan, dukungan sistem pemantauan digital, serta koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan berlangsung aman, tertib, dan lancar sepanjang periode Idulfitri.

 

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.