EDITORIAL

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Distribusi Makanan Dievaluasi

804
×

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Distribusi Makanan Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Sedikitnya 200 pelajar dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kota Surabaya, mengalami gejala diduga keracunan makanan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Insiden ini memicu evaluasi terhadap distribusi makanan dan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Para siswa yang terdampak berasal dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Mereka dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga lemas beberapa saat setelah menyantap makanan yang didistribusikan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebagian siswa mendapat penanganan medis di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, sementara lainnya ditangani tim kesehatan di sekolah masing-masing. Hingga Senin sore, belum ada laporan korban yang harus menjalani rawat inap.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB setelah sejumlah sekolah melaporkan adanya siswa yang mengalami gejala keracunan usai makan.

“Data korban masih terus diperbarui karena laporan dari sekolah terus masuk. Namun seluruh siswa yang diperiksa sejauh ini mengalami gejala ringan,” ujar Tiyas seperti dikutip dari laporan media setempat.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Percepat Sertifikasi Higiene 87 SPPG Demi Keamanan Program MBG

Dari hasil penelusuran awal, seluruh siswa terdampak diketahui menerima distribusi makanan dari satu titik pelayanan gizi yang sama. Karena itu, dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang didistribusikan oleh SPPG tersebut.

Tim kesehatan bersama instansi terkait kini masih melakukan pendataan lanjutan sekaligus pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab insiden. Evaluasi terhadap proses distribusi, pengolahan, hingga standar higienitas makanan juga mulai dilakukan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait keamanan pangan dan kualitas distribusi makanan kepada pelajar.

Program MBG selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun insiden di Surabaya menunjukkan bahwa pengawasan kualitas makanan dan rantai distribusi menjadi aspek krusial agar program berjalan aman dan tepat sasaran.

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan

Sumber: analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.