EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahanPendidikan

Putus Rantai Kemiskinan, Ratusan Pelajar Sekolah Rakyat Unjuk Bakat di Kota Batu

×

Putus Rantai Kemiskinan, Ratusan Pelajar Sekolah Rakyat Unjuk Bakat di Kota Batu

Sebarkan artikel ini

Batu, analisapublik.id – Ratusan pelajar Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Kota Batu, Jawa Timur, untuk mengadu kreativitas dalam Festival Senandung Anak Bangsa 2025, Kamis (18/12). Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Batu ini menjadi panggung bagi anak-anak bangsa untuk menunjukkan bakat seni mereka.

​Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah 3 dan 20 Sekolah Rakyat Kementerian Sosial (Kemensos), Riswan, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah bagi para pelajar untuk meraih cita-cita. Fokus utamanya adalah membekali mereka dengan kepercayaan diri agar mampu keluar dari jerat kemiskinan.

​”Peserta berjumlah sekitar 300 hingga 400 orang. Melalui Senandung Anak Bangsa, kami berharap mereka dapat mewujudkan impian melalui minat positif. Poin pentingnya adalah memutus mata rantai kemiskinan dari generasi orang tua mereka,” ujar Riswan di lokasi acara.

​Partisipasi Nasional

​Ratusan peserta ini mewakili 17 dari 18 Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan PPK Wilayah 3 dan 20. Sayangnya, satu sekolah dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berhalangan hadir karena daerahnya tengah terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

​Berbagai cabang seni dilombakan dalam ajang ini, mulai dari paduan suara, vokal solo, hadrah, hingga kaligrafi. Riswan menyebutkan bahwa bidang-bidang tersebut merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dijalankan di seluruh Sekolah Rakyat.

​”Antusiasme peserta sangat luar biasa, melampaui ekspektasi kami. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi prototipe atau percontohan untuk tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

​Semangat Persatuan dari Papua

​Kesan mendalam dirasakan oleh Queen Sabattini Sasarari, anggota grup paduan suara dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura, Papua. Bagi Queen, festival ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana mengenal keragaman budaya Indonesia.

​”Di sini tidak ada perbedaan, semuanya sama. Kita semua adalah masyarakat Indonesia,” ungkap siswi kelas 1 SRMA tersebut.

​Meski sempat merasa gugup karena ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di tingkat nasional, Queen mengaku optimistis. Ia dan timnya telah melakukan persiapan matang sejak beberapa bulan lalu.

​”Kami latihan sejak September, rutin empat kali dalam sebulan. Kami siap menjadi juara,” pungkasnya dengan penuh semangat. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.