Malang, analisapublik.id – Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Langkah konkretnya adalah dengan menginisiasi program Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksana Tugas Deputi V KSP, Mayjen TNI (Purn) Harianto, menyampaikan bahwa program ini menargetkan anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Pak Presiden Prabowo sangat ingin memutus rantai kemiskinan, dimulai dari pendidikan,” ujarnya saat meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Harianto menjelaskan, kedatangannya ke Malang adalah untuk memastikan lahan potensial yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan. Ada tiga lahan yang diusulkan, yaitu di Kecamatan Tumpang, Turen, dan Bantur. Penentuan lokasi ini sangat krusial, sebab harus mudah diakses, dekat dengan fasilitas kesehatan, serta memiliki akses air dan jaringan internet yang memadai.
”Menurut saya, penentuan lokasi ini penting karena menjadi bagian dari sistem. Sekolah Rakyat ini tidak bisa berdiri sendiri karena nanti di situ ada sosialisasi dengan masyarakat dan lain-lain,” imbuhnya.
Gedung Sekolah Rakyat akan dirancang untuk menampung jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Oleh karena itu, fasilitasnya akan dibuat lengkap, termasuk sarana olahraga, laboratorium, asrama, dan dapur umum. Setiap siswa di sekolah ini akan dijamin mendapatkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Akan ada dapur umum khusus yang dibangun, di situ rencananya ada masing-masing 1.000 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Harianto.
Hasil verifikasi lapangan di ketiga lokasi ini akan dievaluasi lebih lanjut sebelum diputuskan titik pembangunan terbaik. Laporan ini juga akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Nanti kami akan pilih salah satu yang paling bagus,” tutupnya ( wa/ar)











