SURABAYA, analisapublik.id — Seorang pria pra-lansia berinisial S (55), warga Jalan Kertajaya, Surabaya, diamankan setelah diduga mencuri sepeda motor milik warga di kawasan Kendalsari Surabaya. Terduga pelaku memanfaatkan kondisi kendaraan yang terparkir di depan rumah ketika penghuni sedang tidak berada di lokasi.
Aksi pencurian berakhir ricuh, pelaku S tertangkap warga dan menjadi sasaran amuk massa sampai babak belur hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.
Peristiwa ini bermula ketika korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah. Kunci kendaraan kemudian diserahkan kepada istrinya.
Tak lama berselang, istri korban meninggalkan rumah untuk pergi ke sebuah warung kopi. Saat kembali, sepeda motor yang sebelumnya terparkir di depan rumah telah raib.
“Saya taruh depan rumah, kemudian kuncinya saya kasihkan ke istri. Istri saya pergi ke warkop untuk ngopi. Setelah kembali, sepeda motor saya sudah tidak ada,” ujar korban dalam video yang diunggah melalui akun media sosial Sat Samapta Polrestabes Surabaya.
Berdasarkan rangkaian kejadian tersebut, terduga pelaku diduga menjalankan aksinya dengan memanfaatkan kelengahan pemilik serta kondisi rumah yang sedang ditinggalkan. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana S dapat menghidupkan dan membawa kabur sepeda motor tersebut.
Polisi masih mendalami apakah terduga pelaku menggunakan kunci palsu, merusak bagian pengaman kendaraan, atau memakai cara lain. Aparat juga belum menjelaskan jarak antara lokasi kendaraan dicuri dan tempat S ditangkap warga.
Setelah mengetahui sepeda motornya hilang, korban bersama warga diduga melakukan pencarian. Seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku kemudian berhasil dikejar dan diamankan.
Situasi selanjutnya tidak terkendali. Warga yang tersulut emosi melakukan pengeroyokan terhadap S hingga pria berusia 55 tahun tersebut babak belur mengalami sejumlah luka.
Ipda Doni membenarkan terduga pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa. Petugas kemudian mengevakuasi S untuk mendapatkan penanganan medis.
“Betul, dimassa. Pelaku kami bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” kata Ipda Doni.
Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan medis, perkara dugaan pencurian sepeda motor tersebut diserahkan kepada Polsek Rungkut. Polisi masih mengembangkan kasus untuk memastikan kronologi, cara pelaku membawa kendaraan, serta kemungkinan keterlibatannya dalam tindak pidana lain.
Kapolsek Rungkut Kompol Agus Santoso membenarkan kejadian tersebut, dan pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut telah diamankan.
“Iya. Masih dikembangkan,” ujar Kompol Agus saat dikonfirmasi.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap S maupun status hukum yang telah ditetapkan. Kepolisian juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna memastikan dugaan pencurian tersebut.
Selain menyelidiki kasus pencurian, aparat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga yang menangkap seseorang karena diduga melakukan tindak pidana diminta segera menyerahkannya kepada polisi untuk diproses sesuai hukum.
Tindakan pengeroyokan bukan hanya dapat menghambat proses penyidikan, tetapi juga berpotensi menimbulkan perkara pidana baru apabila menyebabkan korban mengalami luka berat atau meninggal dunia.









