EDITORIALHeadlinePemerintahan

Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Perkuat Irigasi 39.540 Hektare Lahan Pertanian

1989
×

Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Perkuat Irigasi 39.540 Hektare Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat – analisapublik.id | Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di sejumlah wilayah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Lima infrastruktur sumber daya air yang diresmikan tersebut terdiri atas Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. Empat bendungan di luar NTB diresmikan secara serentak melalui sambungan daring.

Kelima bendungan yang dibangun dalam rentang 2015 hingga 2025 itu menelan investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Secara keseluruhan, bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 371,23 juta meter kubik air.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan tidak boleh berhenti setelah pekerjaan konstruksi selesai. Air yang tertampung harus dialirkan hingga ke sawah melalui jaringan irigasi yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah menyiapkan jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang terhubung dengan kelima bendungan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Layanan irigasi terbesar berasal dari Bendungan Keureuto yang menjangkau sekitar 14.695 hektare, disusul Bendungan Rukoh seluas 12.194 hektare. Bendungan Sidan melayani sekitar 9.598 hektare, Bendungan Meninting 1.559 hektare, dan Bendungan Jlantah sekitar 1.494 hektare.

Dody menegaskan, keberadaan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mengubah bendungan dari sekadar tempat penyimpanan air menjadi penggerak produksi pangan. Ketersediaan air yang lebih terjamin memungkinkan petani mengatur pola tanam dengan lebih baik, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Presiden Prabowo juga meminta Kementerian PU, pemerintah daerah, dan pengelola bendungan menjaga infrastruktur tersebut secara profesional. Perawatan dibutuhkan agar fungsi bendungan tetap berjalan dan pasokan air bagi petani tidak terganggu.

“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Selain mendukung pertanian, lima bendungan tersebut mampu menyediakan air baku sekitar 3,6 meter kubik per detik dan mengurangi risiko banjir pada kawasan seluas 932 hektare. Infrastruktur itu juga memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,635 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya terapung hingga 345,94 megawatt.

Bendungan Keureuto menjadi bendungan dengan kapasitas tampung terbesar, yakni 215,94 juta meter kubik. Bendungan Rukoh memiliki kapasitas 128,65 juta meter kubik, Bendungan Jlantah 10,97 juta meter kubik, Bendungan Meninting 9,91 juta meter kubik, dan Bendungan Sidan 5,76 juta meter kubik.

Pemerintah berharap keberadaan lima bendungan tersebut dapat menjaga ketersediaan air sepanjang musim, meningkatkan produktivitas lahan pertanian, serta memperkuat ketahanan air dan pangan nasional. Namun, manfaat itu tetap bergantung pada kesiapan jaringan irigasi, pengelolaan air, dan pemeliharaan bendungan secara berkelanjutan.

Editor: Respati
Sumber: Kementerian PU

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.