EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Ponorogo Resmi Jadi Kota Kreatif UNESCO Kategori Kriya dan Seni Rakyat

×

Ponorogo Resmi Jadi Kota Kreatif UNESCO Kategori Kriya dan Seni Rakyat

Sebarkan artikel ini

Ponorogo,analisapublik. Jawa Timur – Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, secara resmi telah bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO untuk kategori Crafts and Folk Art (Kriya dan Seni Rakyat).

​Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Kang Giri), menyatakan bahwa capaian ini menempatkan Ponorogo sejajar dengan 407 kota lain di dunia yang diakui memiliki ekosistem budaya dan kreativitas berkelanjutan.

​”Ini kemenangan seluruh masyarakat Ponorogo. Gelar Kota Kreatif UNESCO merupakan pengakuan atas ekosistem budaya yang hidup dan berakar kuat, mulai dari seni pertunjukan, kerajinan, hingga kriya,” kata Kang Giri di Ponorogo, Sabtu.

​Penetapan ini, lanjutnya, menjadi puncak perjalanan panjang masyarakat di “Bumi Reog” dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi, khususnya Reog Ponorogo, sebagai penggerak utama ekonomi kreatif daerah.

​Dengan masuknya Ponorogo ke dalam Jaringan Kota Kreatif Dunia, daerah ini kini memiliki dua pengakuan dari UNESCO. Sebelumnya, Reog Ponorogo telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH). Kini, Ponorogo juga diakui sebagai kota dengan ekosistem kreatif berbasis tradisi yang kuat.

Baca Juga:  Ponorogo Siapkan Puluhan Agenda Budaya Pasca Bergabung Jaringan Kota Kreatif UNESCO

​”Reog Ponorogo bukan sekadar tarian. Ia adalah sumber inspirasi dan semangat bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif,” tegas Kang Giri. Ia menambahkan bahwa pengakuan ini membuka peluang yang lebih luas untuk kolaborasi internasional dan penguatan sektor budaya.

​Kang Giri menjelaskan bahwa penilaian UNESCO didasarkan pada kekuatan ekosistem Reog yang unik dan menyeluruh. Seni tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

​”Mulai dari pembuatan dadak merak, topeng Bujangganong, kostum, hingga perangkat gamelan, semuanya menjadi satu kesatuan ekosistem kreatif yang tumbuh dari tradisi Reog Ponorogo,” pungkasnya. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.