HeadlinePemerintahan

Peringatan Hari Santri di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Sebut Santri Benteng Moral dan Pelaku Sejarah Baru

273
×

Peringatan Hari Santri di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Sebut Santri Benteng Moral dan Pelaku Sejarah Baru

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Ribuan santri memadati Alun-Alun Bojonegoro, Rabu (22/10/2025), dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Mengusung tema ambisius “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” Wahono menegaskan peran sentral santri dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam pidatonya, Bupati Wahono menyatakan tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi semangat santri untuk menjadi motor perubahan.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban,” tegas Wahono di hadapan peserta upacara.

Pengakuan Negara dan Dukungan Regulasi
Wahono menyoroti perhatian besar pemerintah pusat terhadap pesantren, yang kini diwujudkan melalui regulasi resmi. Hal ini, menurutnya, mencerminkan komitmen negara dalam mendukung keberlangsungan dan kontribusi pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia.

“Negara berutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” tuturnya.

Dukungan tersebut diperkuat dengan adanya:

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Bupati juga menyebutkan keterlibatan pesantren dalam program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dianggap sebagai investasi jangka panjang.

“Cek kesehatan gratis adalah program bersejarah bagi pesantren, dan makan bergizi merupakan investasi masa depan. Santri yang sehat dan bergizi baik akan tumbuh menjadi pribadi cerdas dan siap menjadi ilmuwan hebat bangsa,” tambahnya.

Wahono menekankan bahwa santri masa kini dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga melek terhadap perkembangan teknologi, sains, dan bahasa dunia.

“Santri hari ini adalah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya,” pungkasnya.

Menjelang akhir acara, suasana haru meliputi Alun-Alun Bojonegoro. Seluruh peserta menundukkan kepala dan melantunkan doa untuk para ulama dan pejuang yang telah berjasa bagi negeri. Di bawah langit cerah Bojonegoro, doa dan semangat santri menyatu, menegaskan harmoni kebangsaan yang mendalam.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.