HeadlinePemerintahan

Pemkot Surabaya Perketat Penggunaan Internet demi Lindungi Anak dari Dampak Negatif

×

Pemkot Surabaya Perketat Penggunaan Internet demi Lindungi Anak dari Dampak Negatif

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id — Pemerintah Kota Surabaya resmi menabuh genderang perang terhadap dampak negatif penggunaan gawai yang tak terkendali pada anak. Di bawah komando Wali Kota Eri Cahyadi, Kota Pahlawan kini tengah merajut benteng pengawasan kolektif guna menyelamatkan aset masa depan kota dari paparan teknologi yang kebablasan.

Langkah ini bukan sekadar imbauan di atas kertas. Pemkot Surabaya telah merancang arsitektur pendukung yang komprehensif, mulai dari pelatihan intensif bagi tenaga pendidik hingga pendampingan khusus bagi orang tua. Tak hanya itu, saluran pengaduan resmi yang mudah diakses pun disiapkan untuk memastikan setiap keluhan warga mendapat respons cepat.

Berbeda dengan kebijakan kaku pada umumnya, Eri menegaskan bahwa pendekatan yang diambil Surabaya jauh dari kesan hukuman atau tindakan represif. Ia lebih memilih jalur edukatif yang menitikberatkan pada pembangunan karakter dan kesadaran spiritual orang tua.

“Handphone tidak bisa menggantikan peran orang tua. Anak-anak kita adalah aset masa depan Surabaya. Jika tidak kita jaga bersama, dampaknya akan terlihat di masa depan,” tegas Eri Cahyadi dalam keterangannya, Senin (30/12/2025).

Eri mengibaratkan pengawasan ini sebagai proses belajar mengontrol diri. Seiring bertambahnya usia, anak-anak diharapkan mampu membedakan mana yang benar dan salah secara mandiri. Namun, selama masa tumbuh kembang, ia menilai intervensi orang tua dan pemerintah adalah hal yang mutlak.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Surabaya membawa misi besar: melahirkan generasi penerus yang memiliki karakter kuat berlandaskan nilai agama dan Pancasila. Tujuannya jelas, agar anak-anak Surabaya mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bukan malah diperbudak olehnya.

“Dengan pengawasan yang tepat, anak-anak akan belajar memahami mana yang benar dan mana yang salah. Menjadi tugas orang tua dan pemerintah untuk menjaga serta membimbing mereka selama masa tumbuh kembang ini,” pungkas sang Wali Kota.

Langkah Surabaya ini diharapkan menjadi cetak biru bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan disrupsi digital yang mulai menggerus peran pengasuhan konvensional. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.