HeadlinePemerintahan

Pemkab Sumenep Gelar FGD Pengendalian Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

398
×

Pemkab Sumenep Gelar FGD Pengendalian Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Analisapublik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Graha Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep, Jumat (19/9/2025).

FGD bertema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan dalam Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif di Kabupaten Sumenep” ini dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Raden Ahmad Syahwan Effendy.

Dalam arahannya, Syahwan menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok harus dilakukan secara konsisten, mengingat sektor pangan menjadi penentu utama inflasi di daerah.

“TPID Sumenep harus memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok setiap hari. Beras, jagung, cabai, bawang, daging, telur, gula, hingga minyak goreng wajib dipantau agar pasokan aman dan harga tetap terkendali,” ujar Syahwan.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya pada pemantauan, tetapi juga memerlukan optimalisasi data harga harian dan mingguan. Dengan basis data yang akurat, intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Sumenep Perkuat Benteng Ruang Digital , Aparatur Pemerintah Dilatih Deteksi dan Respons Serangan Siber

Syahwan juga menekankan pentingnya konsolidasi antarinstansi dan pertemuan rutin TPID sebagai ruang untuk merumuskan solusi, termasuk mendorong produksi pangan lokal sebagai langkah jangka panjang. FGD menghadirkan narasumber strategis, yakni Dedi Haryono, Analis Perekonomian Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, serta Agung Budilaksono, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Keduanya menyoroti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan merupakan kunci pengendalian inflasi yang efektif. Menurut mereka, stabilitas harga dan pasokan pangan tidak hanya berfungsi menjaga ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, berharap hasil FGD ini dapat memperkuat langkah konkret di lapangan. “Sinergi lintas sektor tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Melalui forum ini, Pemkab Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta ketahanan ekonomi masyarakat, sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Sumenep Perkuat Benteng Ruang Digital , Aparatur Pemerintah Dilatih Deteksi dan Respons Serangan Siber

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.