Trenggalek, analisapublik.id ‘Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek menargetkan pemenuhan kuota rombongan belajar (rombel) Sekolah Rakyat tingkat SD dapat selesai pada akhir tahun 2025. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan bisa berjalan normal pada awal tahun 2026.
Sekolah Rakyat, yang diresmikan pada 30 September 2025, saat ini memiliki tiga rombel: dua rombel tingkat SD dan satu rombel tingkat SMP.
Plt Kepala Dinsos PPPA Trenggalek, Totok Rudijanto, menyampaikan pada Kamis (27/11/2025) bahwa rombel tingkat SMP sudah terpenuhi dengan 24 siswa. Namun, dua rombel tingkat SD baru mencatat 32 siswa, masih kekurangan sekitar 15 hingga 19 anak dari kuota yang ditetapkan pemerintah.
Untuk menjaring calon siswa, Dinsos PPPA telah menugaskan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk melakukan verifikasi lapangan. Syarat utama calon peserta didik adalah berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2.
Totok menjelaskan bahwa penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat tidak terikat kalender pendidikan umum, sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan rombel. Hambatan dalam pemenuhan kuota SD adalah sebagian besar anak usia tersebut sudah bersekolah di tempat lain, dan masih memiliki ketergantungan keibuan.
Meskipun kuota siswa SD belum terpenuhi, fasilitas di Sekolah Rakyat Trenggalek sudah lengkap, meliputi tenaga pendidik, kepala sekolah, tata usaha, bendahara, wali asrama, wali asuh, psikolog, tenaga kesehatan, hingga petugas keamanan.
Program pembinaan di Sekolah Rakyat juga mulai berjalan. Siswa merasa betah karena seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung oleh pemerintah, sebagaimana disampaikan oleh wali siswa dalam program parenting bersama Dinsos Provinsi Jatim.( wa/ar)





