HeadlinePemerintahan

Optimalkan Potensi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Hutan Mangrove Sedati Jadi Ikon Wisata Berbasis Lingkungan

249
×

Optimalkan Potensi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Hutan Mangrove Sedati Jadi Ikon Wisata Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan cetak biru pembangunan kawasan ekowisata mangrove di sepanjang pesisir timur. Proyek ambisius yang diproyeksikan membentang sejauh 33 kilometer ini akan diawali dari titik nol di Kecamatan Sedati.

Bupati Sidoarjo, Subandi, bergerak cepat memastikan proyek ini tidak terganjal urusan lahan. Fokus utama saat ini adalah membuka akses urat nadi menuju lokasi wisata, yakni pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer yang sebagian trasenya bersinggungan dengan wilayah militer.

Langkah awal pembangunan ini difokuskan di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Namun, kendala muncul karena akses jalan selebar 25 meter yang direncanakan harus melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut (AL).

“Rencana kami adalah membangun wisata mangrove di wilayah timur. Untuk akses jalan, kami membutuhkan lahan sekitar 20 x 120 meter yang merupakan bagian dari lahan TNI AL,” ujar Subandi saat melakukan koordinasi intensif dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Kamis (8/1/2026).

Gayung bersambut. Komandan Kodaeral V Surabaya memberikan lampu hijau terhadap rencana tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa pemanfaatan lahan untuk kepentingan publik tersebut dapat dibahas lebih mendalam sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang berlaku di tubuh TNI AL.

Pembangunan ini bukan sekadar proyek taman lokal. Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo, Bachruni Aryawan, memaparkan visi besar pemerintah untuk mengintegrasikan seluruh garis pantai Sidoarjo menjadi satu kesatuan zona hijau dan ekonomi.

“Pengembangan kawasan wisata mangrove ini direncanakan membentang sepanjang 33 kilometer garis pantai, mulai dari Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan lebar kawasan sekitar 1 kilometer,” jelas Bachruni.

argetnya jelas: Sidoarjo ingin memiliki destinasi unggulan berbasis lingkungan (ekowisata). Selain berfungsi sebagai sabuk hijau pelindung pesisir dari abrasi, hutan mangrove ini diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Dengan dimulainya peningkatan infrastruktur jalan tahun ini, Pemkab Sidoarjo berharap transformasi kawasan pesisir yang selama ini terpinggirkan dapat segera terwujud menjadi ikon wisata baru yang mampu bersaing di level regional. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.