Teknologi & Gadget

Microsoft Ungkap Alasan Control Panel Windows 11 Masih Bertahan dengan Tampilan Lama

1654
×

Microsoft Ungkap Alasan Control Panel Windows 11 Masih Bertahan dengan Tampilan Lama

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Analisapublik.id | Microsoft mengungkap alasan sejumlah fitur bawaan Windows 11, seperti Control Panel, Registry Editor, dan File Explorer, masih mempertahankan tampilan serta fungsi yang mirip dengan versi Windows terdahulu. Pertimbangan utamanya adalah menjaga kompatibilitas dan memastikan perubahan tidak mengganggu kebiasaan pengguna.

Corporate Vice President of Design and Research Microsoft, Marcus Ash, mengatakan pembaruan terhadap fitur-fitur lama tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Sebagian pengguna masih mengandalkan menu, kotak dialog, dan fungsi yang telah tersedia selama bertahun-tahun. Karena itu, setiap perubahan harus melalui pertimbangan teknis yang matang.

Dalam podcast Windows Central, Marcus menyebut pembaruan Control Panel sebagai pekerjaan yang cukup rumit. Microsoft harus memastikan seluruh fungsi yang dipindahkan ke aplikasi Settings dapat berjalan dengan baik sebelum dihapus dari sistem lama. Langkah tersebut ditempuh agar pengguna tidak kehilangan akses terhadap pengaturan tertentu yang masih dibutuhkan.

Menurut Marcus, suatu fungsi baru bisa dihilangkan dari Control Panel apabila seluruh kegunaannya sudah tersedia di menu Settings. Dengan demikian, proses modernisasi Windows bukan hanya soal mengganti tampilan, melainkan juga menjaga alur kerja pengguna tetap berjalan seperti biasa.

Tampilan Control Panel di Windows 11

Microsoft mulai memperkenalkan antarmuka Metro sejak era Windows 8. Desain yang ditujukan untuk perangkat layar sentuh itu kemudian melahirkan dua pusat pengaturan, yakni Control Panel dan Settings. Sejak saat itu, perusahaan secara bertahap memindahkan berbagai fungsi ke menu pengaturan yang lebih modern.

Namun, setelah lebih dari satu dekade, proses tersebut belum sepenuhnya selesai. Microsoft masih mempelajari fitur yang paling sering digunakan serta dampak yang mungkin muncul apabila tampilan atau cara pengoperasiannya diubah. Perusahaan juga menilai tidak semua fungsi lama dapat langsung dipindahkan tanpa memengaruhi perangkat lunak, perangkat keras, atau pola kerja tertentu.

Marcus mencontohkan File Explorer. Dalam melakukan pembaruan, tim pengembang memperhatikan bagian yang paling sering dipakai pengguna, termasuk urutan menu, kotak dialog, dan tahapan kerja tertentu. Tujuannya agar perubahan tidak justru membuat pengguna kesulitan saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada Registry Editor. Fitur tersebut dikabarkan akan mendapat penyegaran tampilan, tetapi fungsi utamanya tetap dipertahankan.

Microsoft menyatakan pembaruan akan terus dilakukan secara bertahap. Perubahan baru diterapkan setelah perusahaan yakin fitur pengganti mampu bekerja stabil dan tidak menimbulkan masalah kompatibilitas.

Dengan pendekatan itu, Microsoft berupaya menghadirkan tampilan Windows yang lebih modern tanpa mengorbankan fungsi lama yang masih dibutuhkan pengguna. Prosesnya memang berjalan lambat, tetapi perusahaan menilai kehati-hatian lebih penting daripada sekadar mengejar perubahan desain.

Reporter : Muchamad Rizqy
Editor : Respati
Sumber : gamebrott.com

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.