Jakarta analisapublik.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) membawa kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ara mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan atas dukungannya dengan tidak menaikkan bunga untuk rumah subsidi, sehingga bunga rumah subsidi tetap 5 persen,” ujar Ara di Jakarta, Selasa.
Tidak hanya itu, pemerintah juga secara signifikan menambah kuota untuk program perumahan rakyat tahun depan. Ara merinci, kuota untuk rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan ditingkatkan menjadi 350.000 unit.
Peningkatan alokasi juga terjadi pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditujukan untuk merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Pada tahun ini ada 45.000 unit program renovasi rumah oleh negara melalui program BSPS, dan tahun depan alokasi anggaran naik untuk 400.000 unit BSPS,” tambahnya.
Maruarar Sirait menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan penyerapan anggaran di kementeriannya. “Saya sudah laporkan penyerapan anggaran di Kementerian PKP, saya janjikan penyerapan kami itu di akhir Desember 2025 paling tidak 96 persen akan tercapai,” katanya.
Menanggapi hal ini, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa melalui kerja sama dan koordinasi yang solid antar kementerian, segala tantangan dapat diselesaikan dengan cepat. “Ini semuanya kita yang bikin, aturannya kita yang bikin. Jadi kita bisa bereskan dengan cepat itu,” ujar Purbaya.
Menurut Ara, program FLPP menjadi solusi utama untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah di Indonesia, sementara program BSPS difokuskan untuk mengurangi 26,9 juta Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden yang pro-rakyat kecil, mulai dari pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), percepatan dan pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga kenaikan kuota FLPP yang disebutnya terbesar dalam sejarah. ( wa/ar)