Ekbis

Menko AHY Tinjau BMTH, Dorong Percepatan Marina Internasional di Pelabuhan Benoa

13
×

Menko AHY Tinjau BMTH, Dorong Percepatan Marina Internasional di Pelabuhan Benoa

Sebarkan artikel ini
Menko AHY Tinjau BMTH, Dorong Percepatan Marina Internasional di Pelabuhan Benoa
Menko AHY Tinjau BMTH, Dorong Percepatan Marina Internasional di Pelabuhan Benoa

Bali, analisapublik.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau perkembangan proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim terpadu. Pemerintah juga membahas sejumlah persoalan strategis yang dinilai perlu segera diselesaikan agar kawasan tersebut dapat beroperasi secara optimal.

Dalam peninjauan itu, AHY melihat langsung Area Pengembangan I BMTH yang direncanakan menjadi Marina District. Kawasan tersebut diproyeksikan sebagai marina bertaraf internasional yang dapat menampung kapal yacht dan mendukung aktivitas kapal pesiar.

Penataan kawasan turut menjadi pembahasan, termasuk rencana relokasi kapal perikanan yang masih bersandar di area pengembangan BMTH. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran serta memperlancar pembangunan marina.

Pemerintah juga mendorong percepatan penyelesaian regulasi terkait pengelolaan marina yacht dan kapal pesiar atau cruise. Kepastian regulasi dinilai penting untuk membangun sektor pariwisata maritim yang terintegrasi dan mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga:  Dirjen SDA Tinjau Proyek Konservasi Pantai Kuta–Legian–Seminyak, Pengisian Pasir Dipercepat

AHY mengatakan BMTH merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Pengembangan BMTH merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi maritim nasional. Negara telah hadir melalui dukungan investasi pemerintah, sehingga seluruh tahapan pengembangannya perlu kita selesaikan secara terpadu agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat maupun perekonomian nasional,” ujar AHY.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah keberadaan kapal perikanan di kawasan BMTH. Penataan akan dilakukan secara bertahap seiring rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pengambengan yang diproyeksikan menjadi lokasi baru bagi aktivitas perikanan.

Direktur Pengembangan Usaha Pelindo, Prasetyo, mengatakan penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu mengakomodasi beragam kegiatan maritim.

“Dengan pengaturan ruang dan alur pelayaran yang baik, aktivitas perikanan tetap dapat berjalan, sementara pengembangan marina internasional juga dapat berlangsung secara harmonis dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional,” kata Prasetyo.

Baca Juga:  BBPJN Jatim–Bali Preservasi Ruas Teges–Tampaksiring, Dukung Akses Wisata dan Istana Presiden

Area Pengembangan I BMTH nantinya dibangun menjadi Marina District dengan kapasitas hingga 180 kapal yacht. Marina itu dirancang dapat melayani kapal dengan panjang maksimum mencapai 90 meter.

Kawasan tersebut juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti area hiburan, kawasan gaya hidup, dan ruang publik terintegrasi. Fasilitas itu diproyeksikan menjadi bagian dari destinasi pariwisata maritim bertaraf internasional.

Pengembangan BMTH diharapkan semakin memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai salah satu gerbang pariwisata maritim Indonesia. Optimisme tersebut didukung peningkatan kunjungan kapal pesiar internasional ke pelabuhan itu.

Sepanjang 2025, sebanyak 65 kapal pesiar internasional tercatat bersandar di Pelabuhan Benoa. Jumlah tersebut meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, jumlah wisatawan internasional yang datang melalui kapal pesiar mencapai sekitar 146 ribu orang atau tumbuh 36 persen secara tahunan.

Melalui sinergi pemerintah, Pelindo, dan pemangku kepentingan lainnya, BMTH ditargetkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Bali. Proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing pariwisata maritim Indonesia serta menempatkan Pelabuhan Benoa sebagai salah satu destinasi marina dan kapal pesiar terkemuka di kawasan Asia Pasifik.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.