Ekbis

Harga Pangan Jatim Kembali Bergerak

3
×

Harga Pangan Jatim Kembali Bergerak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah saat mengunjungi salah satu pasar tradisional guna memastikan harga sejumlah bahan pangan. (Foto: Dok. Humas Jatim)

SURABAYA, Analisapublik.id – Harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur kembali bergerak menjelang pertengahan September. Pergerakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, sementara harga beras medium relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga pangan masih perlu diawasi meski pasokan secara umum tetap tersedia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang dihimpun pada 7 September 2026, harga rata-rata beras medium tercatat sekitar Rp13.021 per kilogram.

Pada saat yang sama, harga cabai rawit merah berada di sekitar Rp63.360 per kilogram, sedangkan harga daging ayam ras Rp. 38.985 per kilogram dan telur ayam ras sekitar Rp 24.476 per kilogram.

Perbedaan harga juga terjadi antardaerah. Untuk beras medium, misalnya, harga tertinggi tercatat di Situbondo sekitar Rp14.333 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di Trenggalek sekitar Rp11.600 per kilogram berdasarkan data Siskaperbapo yang dihimpun pada hari yang sama.

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi harga pangan di Jawa Timur tidak seragam. Perbedaan pasokan, distribusi dan kondisi pasar daerah turut memengaruhi harga yang dibayar konsumen.

Sebelumnya, pada 1 September 2026, data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan juga menunjukkan pergerakan pada sejumlah komoditas pangan Jatim.

Dari 17 komoditas yang dipantau, empat komoditas mengalami kenaikan dan lima komoditas mengalami penurunan. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan, sementara bawang merah, bawang putih honan, daging ayam ras, cabai merah besar dan telur ayam ras mengalami penurunan.

Harga cabai rawit merah pada data 1 September tercatat Rp57.338 per kilogram, naik Rp 6.022 atau 10,50 persen. Sebaliknya, harga bawang merah turun Rp55 menjadi Rp26.610 per kilogram.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas harga pangan bukan berarti seluruh komoditas berada pada harga tetap. Harga dapat bergerak berbeda tergantung kondisi pasokan dan permintaan masing-masing komoditas.

Di tingkat konsumen, perubahan harga cabai dan komoditas pangan lain memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pemantauan harga harian menjadi penting, terutama ketika terjadi perubahan pasokan akibat kondisi cuaca dan musim.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan informasi harga tersedia secara terbuka sekaligus menjaga kelancaran distribusi dari sentra produksi menuju pasar konsumsi.

Bagi masyarakat, perbedaan harga antarwilayah juga menunjukkan pentingnya membandingkan harga sebelum membeli. Sementara bagi pemerintah, data harga dapat menjadi dasar untuk menentukan intervensi ketika kenaikan mulai mengganggu daya beli masyarakat.

Dengan demikian, pergerakan harga pangan Jatim pada awal September perlu dibaca secara komoditas dan wilayah, bukan hanya melalui angka rata-rata provinsi. (*)

Reporter: Lania

Editor: Adi C.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.