Ekbis

UMKM Keramik Surabaya Tembus Pasar Global

3
×

UMKM Keramik Surabaya Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi UMKM produsen alat makan keramik Lu-mosh Living di Surabaya, Minggu (6/9/2026). (Foto: Lania/AP)

SURABAYA, Analisapublik.id – Produk alat makan berbahan keramik produksi UMKM Surabaya mulai memperlihatkan daya saing di pasar global. Potensi tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat setelah Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi Lumosh Living, UMKM produsen keramik berorientasi ekspor, di Surabaya, Minggu (6/9/2026).

Kunjungan tersebut menegaskan peluang industri keramik lokal untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di tengah persaingan pasar global.

Wamendag Roro mengatakan produk keramik memiliki potensi ekspor yang menjanjikan. Karena itu, pelaku usaha didorong lebih aktif memanfaatkan fasilitas pemerintah, terutama jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

“Kami memiliki perwadag yang tersebar di banyak negara dan mereka berfungsi sebagai mediator untuk mempertemukan UMKM dengan buyer yang sesuai,” kata Roro saat kunjungan ke Lumosh Living, Minggu (6/9/2026).

Menurut dia, UMKM perlu proaktif memanfaatkan berbagai kegiatan business matching maupun business pitching yang difasilitasi pemerintah untuk mempertemukan produsen dengan calon pembeli dari luar negeri.

Lumosh Living menjadi salah satu contoh UMKM yang mengembangkan produk keramik dengan orientasi pasar ekspor. Produk alat makan keramik yang dihasilkan tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen global.

Perhatian pemerintah juga tidak sebatas pada aspek ekspor. Adaptasi ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat yang diterapkan Lumosh Living turut menjadi bagian yang diperhatikan dalam kunjungan tersebut.

Bagi Jawa Timur, pengembangan UMKM berorientasi ekspor memiliki arti penting. Provinsi ini merupakan salah satu basis industri dan perdagangan nasional. Penguatan produk lokal agar mampu memasuki pasar internasional dapat membuka ruang peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja dan nilai tambah ekonomi daerah.

Namun, penetrasi pasar global membutuhkan konsistensi kualitas, kemampuan memenuhi standar pasar tujuan, kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan. Karena itu, akses kepada pembeli internasional menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM agar tidak berhenti pada pasar domestik.

Kementerian Perdagangan melalui perwakilan perdagangan di luar negeri memiliki peran dalam mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas jaringan sekaligus memahami kebutuhan pasar negara tujuan.

Kunjungan Wamendag ke Lumosh Living juga menunjukkan bahwa produk UMKM daerah memiliki peluang masuk ke rantai perdagangan internasional apabila didukung inovasi dan strategi pemasaran yang tepat.

Bagi Surabaya, geliat UMKM keramik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kota sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri di Jawa Timur. (*)

Reporter: Lania.

Editor: Adi C.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.