EkbisInfrastrukturJatimPemerintahan

BBWS Brantas Sediakan Air Bagi Lahan Pertanian Jember

7
×

BBWS Brantas Sediakan Air Bagi Lahan Pertanian Jember

Sebarkan artikel ini
Sumur dangkal membantu menjaga pasokan air bagi lahan pertanian petani Gumukmas Jember.

JEMBER, analisapublik.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan langkah penanganan untuk menjaga kebutuhan air bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Upaya tersebut dilakukan menyusul keterbatasan pasokan air yang mulai dirasakan petani selama musim kering.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa, 1 September 2026, lahan pertanian yang terdampak berada di Desa Mayangan dan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Sekitar 50 hektare lahan dilaporkan memasuki status awas akibat semakin terbatasnya ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.

Menghadapi kondisi tersebut, koordinasi dilakukan bersama Kepala Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Gumukmas, juru pengairan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gumukmas, serta kelompok tani dari Desa Mayangan dan Kepanjen.

Salah satu langkah penanganan yang dilakukan adalah menyediakan sumber air tambahan dengan melakukan pemboran sebanyak 12 titik sumur dangkal. Sumber air tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan irigasi selama pasokan air utama mengalami keterbatasan.

Dari 12 titik yang direncanakan, hingga saat ini empat titik sumur bor telah selesai dikerjakan dan mulai beroperasi. Pengaliran air juga didukung lima unit pompa Alkon untuk mempercepat distribusi menuju lahan pertanian warga.

Baca Juga:  Progres Bendungan Bagong Capai 85,642 Persen, Perkuat Irigasi dan Air Baku Trenggalek

Selain mengoperasikan pompa, petugas memasang pipa output berdiameter empat inci dengan panjang sekitar 500 meter. Infrastruktur tersebut digunakan untuk menyalurkan air dari sumber tambahan menuju area persawahan yang membutuhkan pasokan.

Penanganan ini diharapkan mampu menjaga kebutuhan air tanaman sehingga produktivitas pertanian masyarakat tetap bertahan di tengah musim kering. Ketersediaan sumber air alternatif juga penting untuk meminimalkan risiko kerusakan tanaman hingga potensi gagal panen akibat kekurangan air.

BBWS Brantas bersama pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan serta ketersediaan air di wilayah Gumukmas. Penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan para petani.

Kolaborasi antara pengelola sumber daya air, penyuluh pertanian, pemerintah wilayah dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak musim kering.

Melalui penyediaan sumber air tambahan tersebut, kebutuhan irigasi sekitar 50 hektare lahan pertanian diharapkan tetap terpenuhi. Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, keberadaan air menjadi faktor penting agar tanaman terus tumbuh dan hasil panen tetap terjaga.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.