Jatim

Laode Muhammad, Pengusaha yang Terpanggil Mengabdi: Berjalan Bersama Rakyat Jauh Sebelum Pemilu

2
×

Laode Muhammad, Pengusaha yang Terpanggil Mengabdi: Berjalan Bersama Rakyat Jauh Sebelum Pemilu

Sebarkan artikel ini

PONOROGO, ANALISA PUBLIK – Keinginan memperluas pengabdian kepada masyarakat mendorong Laode Muhammad, pengusaha kafe dan restoran di Ponorogo, mulai menapaki dunia politik. Pria kelahiran Sulawesi Tenggara itu menyatakan kesiapannya maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Ponorogo melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Keputusan Laode terjun ke politik disebut bukan datang secara tiba-tiba. Sebelum menetap dan mengembangkan usaha di Ponorogo, ia pernah bekerja di Australia selama puluhan tahun. Setelah kembali ke Indonesia, Laode kemudian menekuni dunia usaha hingga membangun bisnis kafe dan restoran.

Di tengah aktivitas usahanya, Laode mengaku kerap berinteraksi dengan masyarakat dan menemukan berbagai persoalan sosial maupun ekonomi. Pengalaman tersebut, menurut dia, menjadi salah satu alasan yang mendorongnya mengambil peran lebih luas melalui jalur politik.

“Ini panggilan jiwa. Untuk keluarga, kami sudah cukup. Makanya saya ingin berjuang untuk masyarakat,” ujar Laode saat ditemui awak media.

Menurut Laode, menjadi anggota legislatif bukan semata-mata soal memperoleh jabatan politik. Wakil rakyat, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mendengar aspirasi, memahami persoalan di lapangan, sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Meski pemilihan anggota DPRD masih cukup lama, Laode memilih mulai turun menemui masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Ponorogo. Kalangan generasi muda menjadi salah satu kelompok yang banyak ditemuinya.

“Walaupun pemilihan anggota DPRD masih lama, kami memilih berjalan dulu. Kami ingin mengenal masyarakat lebih dekat, memahami persoalannya dan mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Kalau dalam waktu dekat ada yang bisa kami bantu, sebisa mungkin kami bantu,” ungkapnya.

Laode menegaskan, langkah tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari dukungan politik. Menurutnya, hubungan dengan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi yang berkelanjutan, bukan hanya ketika memasuki masa kampanye.

Melalui pertemuan langsung, ia ingin menggali berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai kondisi ekonomi, kesempatan kerja, kebutuhan generasi muda hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar.

“Saya sekarang sering berkumpul dengan anak-anak muda di Dapil 6. Selain untuk pengenalan, saya juga ingin mengetahui sejauh mana masyarakat merespons kehadiran saya. Yang paling penting bagi saya adalah mendengar,” katanya.

Laode menyadari perjalanan menuju kursi legislatif bukan perkara mudah, terlebih dirinya tergolong pendatang baru dalam dunia politik. Karena itu, ia memilih menjalani proses secara bertahap dengan memperbanyak komunikasi dan pertemuan langsung bersama masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui baliho, slogan ataupun janji politik. Kepercayaan, kata Laode, harus tumbuh melalui komunikasi, kepedulian dan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Saya harus fokus untuk bisa mengabdi melalui jalur parlemen. Saya ingin bersama-sama masyarakat memberikan sesuatu yang lebih baik. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, tentu amanah itu harus diperjuangkan,” tegasnya.

Berbekal pengalaman bekerja di Australia serta mengembangkan usaha di Ponorogo, Laode berupaya membawa pengalaman hidup dan dunia usahanya ke ruang pengabdian yang lebih luas.

Langkah politik tersebut dimulainya dari tingkat akar rumput dengan menemui masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan serta membangun komunikasi jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.

Bagi Laode, politik tidak semestinya baru hadir ketika masa kampanye dimulai. Upaya memahami kebutuhan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, menurutnya, justru harus dibangun jauh sebelum surat suara berada di tangan pemilih.

Reporter: Hasan
Editor: M. Luqman Hakim

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.