Pendidikan

Mbah Guru Matematika Raih Penghargaan Satria SDM Emas

1763
×

Mbah Guru Matematika Raih Penghargaan Satria SDM Emas

Sebarkan artikel ini
Mbah Guru Matematika menerima Penghargaan di Hari Ulang Tahun ke-3 Garuda TV

JAKARTA, Analisapublik.id | Semangat berbagi ilmu ternyata tidak mengenal batas usia. Di usia 79 tahun, Melan Achmad atau yang dikenal sebagai “Mbah Guru Matematika” tetap aktif mengajar dan membagikan pengetahuan melalui platform digital. Dedikasinya tersebut mengantarkan Melan menerima penghargaan kategori Satria SDM Emas.

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdig) Angga Raka Prabowo dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Angga Raka menilai perjalanan Melan menjadi contoh nyata bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Kehadiran teknologi digital justru membuka kesempatan lebih luas bagi seorang pendidik untuk membagikan ilmu tanpa terbatas ruang kelas.

“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Angga.

Melan telah mengabdikan diri sebagai pendidik sejak 1970 di Aceh sebelum kemudian melanjutkan kariernya di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah hampir lima dekade berkecimpung di dunia pendidikan dan memasuki masa pensiun pada 2018, semangatnya untuk mengajar tidak ikut berhenti.

Dengan bantuan anaknya, Melan mulai memanfaatkan media sosial untuk meneruskan pengabdiannya. Melalui akun TikTok @binaprestasiswa, ia membagikan berbagai materi matematika secara gratis kepada masyarakat.

Ruang kelas yang sebelumnya dibatasi tembok sekolah pun berubah menjadi ruang belajar digital yang dapat menjangkau lebih banyak orang.

Dedikasi Melan sebelumnya juga mendapat apresiasi pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, ia menerima penghargaan berupa plakat, laptop, serta bantuan tunai sebesar Rp100 juta.

Menurut Angga, hal yang ditunjukkan Melan bukan hanya kemampuan mengajarkan matematika, melainkan juga semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Yang kita lihat dari Pak Melan bukan sekadar kemampuan mengajar matematika. Ada semangat untuk terus belajar, berbagi, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan,” katanya.

Angga menambahkan, kisah Mbah Guru Matematika menunjukkan pentingnya membangun ekosistem digital yang inklusif. Teknologi harus dapat dimanfaatkan siapa saja, termasuk kelompok lanjut usia, untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Ini contoh konkret bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan Satria SDM Emas kepada Melan menjadi penegasan bahwa pengabdian seorang guru tidak berakhir ketika memasuki masa pensiun. Dengan kemauan belajar dan memanfaatkan teknologi, ilmu pengetahuan dapat terus dibagikan kepada generasi berikutnya, bahkan di usia senja.

Reporter : Muchamad Rizqy
Editor : Respati
Sumber : Kemenkomdigi

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.