Headline

Madura Ethnic Carnival 2025: Lomba Kostum Etnik Jadi Magnet Baru Kreator Muda se-Jatim

227
×

Madura Ethnic Carnival 2025: Lomba Kostum Etnik Jadi Magnet Baru Kreator Muda se-Jatim

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, analisapublik – Kabupaten Sumenep kembali bersiap menjadi pusat perhatian Jawa Timur melalui gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025. Ajang kompetisi kostum etnik dan fashion show bernuansa budaya lokal ini semakin menarik minat kreator muda dari berbagai daerah.

Tahun ini, antusiasme peserta MEC mencatat lonjakan signifikan. Ketua Panitia Pelaksana, Syamsuri, mengungkapkan, panitia awalnya hanya menargetkan 80 peserta untuk kategori umum, pelajar, dan grand show. Namun, hingga penutupan pendaftaran pada 10 September 2025 pukul 00.00 WIB, jumlah pendaftar menembus 90 orang.

“Lonjakan peserta ini menunjukkan betapa MEC semakin dipercaya sebagai wadah kreatif, baik oleh pelajar, desainer muda, maupun seniman dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ujar Syamsuri, Kamis (11/9/2025).

Tidak sekadar lomba kostum, MEC dirancang sebagai ruang apresiasi untuk menampilkan karya yang menggabungkan nilai seni, tradisi, dan modernitas. Menurut Syamsuri, semangat kolaboratif yang diusung MEC diharapkan menjadikannya ikon budaya Madura sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.

Gelaran MEC 2025 dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2025. Acara ini akan menghadirkan hiburan khas seperti musik tong-tong, kolaborasi band rock dengan kalenengan, hingga penampilan bintang tamu. Kehadiran ragam hiburan ini dipastikan menambah daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, menegaskan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan MEC dengan penuh profesionalitas sebagai bentuk penghargaan terhadap kepercayaan para kreator.

“Setiap tahun pesertanya bertambah, tidak hanya dari Madura, tapi juga dari Jember, Malang, Bondowoso, Surabaya, dan kota lainnya. Bahkan peserta dari kepulauan di Sumenep ikut ambil bagian. Antusiasme ini menjadi momentum kebersamaan lintas daerah untuk melestarikan budaya melalui busana dan seni pertunjukan,” jelas Hariri.

Dengan keterlibatan luas dari berbagai kalangan, MEC 2025 tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga bukti bahwa tradisi dan budaya lokal mampu bersanding dengan inovasi modern, sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat etnik kreatif Madura.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.