HeadlinePemerintahan

Lindungi Remaja dari Bullying dan Bahaya Digital, Pemkot Surabaya Luncurkan Program DASH

253
×

Lindungi Remaja dari Bullying dan Bahaya Digital, Pemkot Surabaya Luncurkan Program DASH

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melalui inisiatif kolaboratif dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Surabaya, meluncurkan program masif bertajuk Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) 2025. Program ini dirancang sebagai benteng bagi remaja, membekali mereka menghadapi tantangan krusial era kini, khususnya ancaman bullying dan dampak negatif dari ruang digital.

Sosialisasi terbaru DASH dilaksanakan di SMP dan SMA Dharma Wanita Persatuan (Dhani) Surabaya pada Kamis (20/11/2025). Acara ini menyajikan dua perspektif kritis: Bullying dalam Perspektif Psikologi dan Bullying dalam Perspektif Hukum, menandaskan komitmen Pemkot untuk menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar aman bagi seluruh pelajar.

Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan urgensi program DASH. Menurutnya, masa remaja adalah fase penuh dinamika, di mana pencarian jati diri membuat anak-anak rentan terhadap godaan, mulai dari perundungan, pergaulan tidak sehat, hingga paparan konten negatif di internet.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, karena saya percaya bahwa pembinaan anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Harus ada peran sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketika semua berjalan bersama, anak-anak kita akan tumbuh lebih aman, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan,” tutur Bunda Rini Indriyani.

Baca Juga:  Surabaya Raih Predikat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik se-Jatim

Edukasi melalui DASH dibawa langsung ke sekolah, mencakup jenjang SD, SMP, MI, MTs, hingga pondok pesantren. Materi yang diberikan komprehensif, meliputi pencegahan bullying, penguatan konsep diri, penggunaan internet sehat, bahaya zat adiktif, hingga cara efektif menghadapi masalah remaja sehari-hari.

Rini Indriyani mengungkapkan rasa bangganya terhadap siswa SMP dan SMA Dhani yang sudah menunjukkan pemahaman baik mengenai isu bullying, termasuk pemahaman terhadap kesetaraan gender dan berbagai kategori perundungan, mulai dari siber hingga verbal. Ia mengingatkan, dampak perundungan sangat serius. “Berawal dari korban bisa berubah menjadi pelaku, dan jika tidak ditangani dengan benar, bisa berujung pada tindakan kriminal,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan guru-guru yang mengelola Sekolah Ramah Anak menciptakan suasana yang mengasyikkan agar sekolah benar-benar aman, nyaman, dan menggembirakan.

Menurut Yusuf, peran Guru Bimbingan Konseling (BK) akan diperkuat sebagai garda depan. Guru BK di SMP, serta guru kelas 4 dan 5 di SD, akan memegang peran kunci dalam pendampingan. Fokus pencegahan tidak hanya pada kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga pada isu yang lebih mendasar: memastikan anak memiliki wadah aman untuk curhat.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Lima Rumah Pompa Baru di Wilayah Selatan

“Kami juga memaksimalkan fungsi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Guru harus dibekali pendampingan intensif agar mampu mengenali gejala (case) anak-anak yang murung atau cemberut, sehingga masalah dapat segera dideteksi dan dinetralisir,” jelasnya.

Yusuf menerangkan, pemicu utama bullying saat ini adalah era digital, di mana anak-anak mudah meniru perilaku negatif dari konten tanpa memahami dampak buruknya. Oleh karena itu, pencegahan difokuskan pada penguatan toleransi dan interaksi sosial yang sehat, serta pembentukan konselor sebaya sebagai saluran keluhan.

“Penguatan akan difokuskan pada toleransi dan interaksi sosial yang sehat, sebab bullying pada dasarnya berakar dari kurangnya toleransi. Kuncinya adalah deteksi cepat dan netralisasi dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan mental anak,” pungkasnya. Ketua Yayasan SMP dan SMA Dhani, Dameria Triana Ambuwaru, menyatakan pihaknya menyambut baik dukungan Pemkot. Ia menambahkan, Yayasan Dhani menyadari tantangan pendampingan anak di rumah akibat kesibukan orang tua.

Oleh karena itu, Yayasan SMP dan SMA Dhani akan menggelar pertemuan dengan orang tua siswa melalui Kelas Parenting pada 2 Desember 2025.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, Harga Pangan di Surabaya Dinyatakan Aman, Hanya Cabai Rawit Nakal Melonjak 66 Persen

“Kami berharap para orang tua dapat meluangkan waktu agar memiliki pemahaman yang sama. Kami ingin orang tua dan guru menjadi teman curhat asik, yang nyaman dan terbuka, sehingga dampak bullying bisa diminimalisir dan dicegah sedini mungkin,” ungkapnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.