HeadlinePemerintahan

Kejar Status UNESCO Global Geopark, Pemkab Bojonegoro Resmikan Pusat Informasi Geologi

146
×

Kejar Status UNESCO Global Geopark, Pemkab Bojonegoro Resmikan Pusat Informasi Geologi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat langkah strategis untuk meraih pengakuan dunia melalui peresmian Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro pada Selasa, 20 Januari 2026. Proyek yang digarap melalui sinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam pemenuhan kriteria UNESCO Global Geopark (UGGp).

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyatakan bahwa keberadaan gedung ini adalah bentuk komitmen daerah dalam menjaga warisan geologi yang tak ternilai. Salah satu keunggulan utama yang disorot adalah keberadaan sumur-sumur minyak tua yang memiliki nilai historis dan saintifik tinggi.

“Kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengelola warisan ini secara bijaksana. Saya berharap PIG Geopark Bojonegoro bisa menjadi pusat kajian akademik yang menjadi rujukan ilmu geologi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Setyo Wahono dalam sambutannya.

Pusat Edukasi dan Riset Dua Lantai

Gedung PIG ini berdiri kokoh di atas lahan seluas 965,64 meter persegi dengan bangunan dua lantai seluas 644 meter persegi. Di dalamnya, pengunjung dan peneliti dapat mengakses informasi ilmiah mengenai struktur batuan, koleksi fosil, hingga potensi energi alam yang membentuk bentang alam Bojonegoro.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Welly Fritama, menjelaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat aspek edukasi dan ekonomi lokal.

“PIG mendukung kegiatan riset bagi akademisi dan mahasiswa. Di sisi lain, pengembangan geowisata edukatif ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” tutur Welly.

Keunikan Wonocolo di Mata Dunia

Dukungan terhadap ambisi Bojonegoro masuk dalam jaringan global juga datang dari pakar internasional. Vice President UGGp, Ibrahim Komoo, menilai kawasan Wonocolo merupakan aset yang sangat langka di dunia. Hubungan antara sumber minyak bumi dengan aktivitas kehidupan masyarakat lokal menjadi daya tarik sosiologis dan geologis yang kuat.

“Terdapat lebih dari 700 sumur minyak di Wonocolo dan sebagian besar masih aktif. Di tempat lain, kondisi (perpaduan geologi dan aktivitas warga) seperti ini sudah tidak ada lagi,” ungkap Ibrahim.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Scientific Board Kementerian ESDM, Asep Kurnia Permana, menegaskan bahwa perpaduan antara sejarah tektonik dan budaya lokal di Bojonegoro menjadikannya sangat layak dipromosikan ke tingkat global.

Dengan peresmian PIG ini, Pemkab Bojonegoro optimistis kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pusat, dan para ahli akan mampu membawa Bojonegoro bersaing di panggung internasional sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.