HeadlinePeristiwa

Karhutla Gunung Buthak Meluas, 3 Jalur Pendakian Ditutup

3684
×

Karhutla Gunung Buthak Meluas, 3 Jalur Pendakian Ditutup

Sebarkan artikel ini

KOTA BATU, ANALISA PUBLIK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak belum sepenuhnya tertangani. Titik api kembali muncul di lokasi yang sebelumnya sempat dinyatakan padam.

Api kembali terpantau di Petak 100 Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Tim gabungan dari Polres Batu Polda Jawa Timur, instansi lintas sektor, dan relawan kembali dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mengamankan kawasan.

Kapolres Batu AKBP Dr. Aries Purwanto melalui Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda mengatakan, sebanyak 65 personel gabungan telah diberangkatkan menuju lokasi sejak Sabtu pagi (5/9/2026).

“Sebanyak 65 personel kembali melakukan pemadaman sekaligus memantau sejauh mana luasan lahan yang terbakar,” ujar Iptu M. Huda, Minggu (6/9/2026).

Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama difokuskan melakukan pemadaman langsung di sekitar titik api, sementara tim kedua melakukan pengamanan dan penyisiran jalur pendakian.

Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada warga maupun pendaki yang masih berada di kawasan terdampak kebakaran.

Sebagai langkah mitigasi sekaligus mencegah risiko terhadap keselamatan, akses menuju tiga kawasan gunung ditutup sementara, yakni jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong.

“Untuk keselamatan warga dan wisatawan, seluruh aktivitas wisata alam di kawasan tersebut dihentikan sementara waktu hingga situasi benar-benar dinyatakan aman,” tegas Huda.

Penanganan kebakaran tidak hanya dilakukan melalui jalur darat. Pemadaman dari udara juga dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Helikopter tersebut mulai dioperasikan sejak Sabtu (5/9/2026) untuk menjatuhkan air di sekitar Petak 100 Gunung Buthak.

Menurut Huda, medan yang ekstrem serta embusan angin kencang menjadi kendala utama petugas dalam melakukan pemadaman secara manual.

“Upaya pemadaman manual di darat terkendala oleh medan yang ekstrem dan embusan angin kencang. Oleh karena itu, sejak kemarin kami melibatkan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing,” jelasnya.

Kebakaran di kawasan Gunung Buthak pertama kali dilaporkan pada Selasa pagi (1/9/2026). Tim gabungan sempat berhasil memadamkan api pada sore hari setelah melakukan penanganan secara manual.

Namun, kondisi cuaca kering diduga membuat bara kembali menyala hingga memunculkan titik api baru.

Berdasarkan data sementara, luas vegetasi yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 15 hektare.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman, pemantauan, serta sterilisasi kawasan untuk mencegah api kembali meluas.

Jalur pendakian Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong akan kembali dibuka setelah kawasan dipastikan aman dari ancaman kebakaran.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Rijen Senario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.