infopol

Polri Kirim 4.000 Liter X-Fire, Perkuat Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Sumsel

2377
×

Polri Kirim 4.000 Liter X-Fire, Perkuat Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Sumsel

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, ANALISA PUBLIK – Kepolisian Negara Republik Indonesia memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan mengirimkan 4.000 liter formula pemadam X-Fire, khususnya untuk membantu pemadaman di kawasan lahan gambut.

Dukungan tersebut diberangkatkan melalui Staf Logistik (Slog) Polri pada Minggu (6/9/2026). Sebanyak 200 jerigen X-Fire dengan kapasitas masing-masing 20 liter diangkut menggunakan dua unit truk menuju Polda Sumatera Selatan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengiriman formula pemadam tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional terhadap personel yang menangani karhutla di lapangan.

“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Empat ribu liter X-Fire itu dibagi ke dalam dua kendaraan pengangkut. Masing-masing truk membawa 100 jerigen atau setara 2.000 liter formula pemadam.

Menurut Trunoyudo, tambahan dukungan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan personel dalam mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke kawasan lainnya.

“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.

X-Fire sebelumnya juga telah digunakan dalam operasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam penggunaannya, formula tersebut dicampurkan dengan air untuk meningkatkan efektivitas proses pemadaman.

Komposisi yang digunakan yakni 200 liter X-Fire dicampur dengan 800 liter air sehingga menghasilkan sekitar 1.000 liter campuran pemadam.

Penggunaan formula tersebut sekaligus membantu mengoptimalkan kebutuhan air ketika personel harus menjangkau titik kebakaran pada medan yang sulit, terutama di kawasan gambut.

Kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi dapat bertahan dan merambat di lapisan gambut sehingga proses pemadaman maupun pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.

Dalam operasi pemadaman, personel turut menerapkan teknik penyiraman spiral dengan pola penyemprotan secara bertahap dari bagian luar kawasan terbakar menuju pusat titik api.

Metode itu digunakan untuk membatasi rambatan api sekaligus mempercepat pendinginan pada area yang telah berhasil dipadamkan.

Trunoyudo menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan jumlah personel yang diterjunkan. Ketersediaan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan merespons kemunculan titik api menjadi bagian penting dalam operasi di lapangan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Selain pemadaman, Polri memastikan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh sejak tahap pencegahan.

Langkah tersebut meliputi kesiapsiagaan personel, deteksi dini terhadap titik panas dan titik api, pemadaman, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” pungkas Trunoyudo.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Rijen Senario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.