HeadlinePemerintahan

Kampanye Program Wajib Belajar 13 Tahun Bunda Paud Kota Surabaya , Raih Penghargaan Wiyata Dharma Utama

288
×

Kampanye Program Wajib Belajar 13 Tahun Bunda Paud Kota Surabaya , Raih Penghargaan Wiyata Dharma Utama

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kota Pahlawan berhasil meraih penghargaan Wiyata Dharma Utama dalam Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI serta Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, tersebut diserahkan langsung kepada Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani.

Rini Indriyani mengungkapkan, penghargaan ini diraih berkat partisipasi aktif Surabaya dalam mengampanyekan program wajib belajar 13 tahun, yang salah satunya dilakukan melalui vlog dan inovasi di tingkat wilayah.

Dari total 12 pemenang yang diumumkan, delapan kategori berhasil disabet oleh perwakilan Surabaya.

“Itu diwakili oleh Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, juga ada dari mitra Bunda PAUD. Ada Bunda PAUD Kecamatan Wonokromo, Bunda PAUD Kelurahan Ketabang, dan Kelurahan Keputih. Kemudian pemenang kampanye wajib belajar 13 tahun diraih oleh Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Sukomanunggal, dan dari perwakilan Labkesmas TK Santo Carolus,” beber Rini, merinci keberhasilan di tingkat akar rumput.

Wajib belajar 13 tahun merupakan program strategis Kemendikdasmen RI yang kini dijalankan Pemkot Surabaya. Rini menegaskan, PAUD adalah tahap krusial yang menentukan karakter dan perkembangan anak ke depan, sehingga edukasi sejak usia dini wajib digalakkan.

Kolaborasi Tiga Pihak dan ‘Sekolah Orang Tua Hebat’
Untuk menunjang kualitas pendidikan PAUD, Pemkot Surabaya mendorong kolaborasi antara guru, Bunda PAUD, dan orang tua.

“Mendidik anak-anak itu perlu kolaborasi, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Bunda PAUD atau pendidiknya saja, akan tetapi juga tanggung jawab orang tuanya,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya meluncurkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Melalui SOTH, orang tua yang memiliki anak usia 0-5 tahun diberikan pembekalan intensif.

“Totalnya ada 14 materi. Mulai dari kesehatan, pemberian gizi yang baik, peran ayah terhadap anak, cara menyikapi anak ketika tantrum, hingga cara menyikapi anak yang tidak mau sekolah. Sehingga orang tua ini akan menjadi lebih hebat lagi,” terang Rini.

Beasiswa dan Fasilitas Penunjang Pendidikan
Komitmen Pemkot tak berhenti di situ. Rini, yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, mengungkapkan adanya dukungan penuh terhadap tenaga pendidik:

  • Beasiswa RPL: Pemkot memberikan Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para pendidik PAUD yang belum linier.
  • Jaminan Sosial: Fasilitas jaminan sosial diberikan untuk menjamin kesejahteraan guru PAUD.
  • Perbaikan Balai RW: Seluruh Balai RW di Surabaya telah diperbaiki dan difungsikan sebagai sarana penunjang PAUD.

“Setiap RW sudah ada PAUDnya, sehingga siapapun bisa masuk PAUD dan tidak harus jauh-jauh dari rumahnya. Orang tua tidak ada lagi alasan untuk tidak menyekolahkan anaknya sebelum sekolah dasar,” tutupnya.

Ia pun berterima kasih kepada Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan yang dianggapnya sebagai pihak yang luar biasa dan kunci utama keberhasilan meraih penghargaan Wiyata Dharma Utama. Rini memastikan, pendidikan PAUD adalah investasi dini yang dampaknya akan sangat terasa ketika anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.