Ekbis

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Afriansyah Dorong Alih Pengetahuan Whoosh agar SDM Indonesia Mampu Beroperasi Mandiri

6456
×

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Afriansyah Dorong Alih Pengetahuan Whoosh agar SDM Indonesia Mampu Beroperasi Mandiri

Sebarkan artikel ini

Wamenaker Afriansyah Noor mendorong alih pengetahuan teknologi kereta cepat Whoosh dari tenaga ahli Tiongkok kepada pekerja Indonesia dalam peringatan HUT ke-11 KCIC. Penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi SDM nasional, pelayanan publik, dan keselamatan kerja menjadi perhatian utama.

JAKARTA, analisapublik.id | — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong percepatan alih pengetahuan (transfer of knowledge) dari tenaga ahli Tiongkok kepada pekerja Indonesia untuk memperkuat kemandirian sumber daya manusia (SDM) nasional dalam pengoperasian Kereta Cepat Whoosh.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus tiga tahun operasional Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026).

Afriansyah berharap kolaborasi tenaga ahli Tiongkok dan pekerja Indonesia mampu mempercepat penguasaan teknologi perkeretaapian modern sehingga operasional Whoosh ke depan dapat ditangani secara profesional dan mandiri oleh tenaga kerja nasional.

Menurutnya, kehadiran kereta cepat tidak hanya menjadi bagian dari modernisasi infrastruktur transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan keterampilan, kompetensi, dan daya saing pekerja Indonesia.

“Kemnaker terus berkolaborasi dengan KCIC karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Ke depan, kualitas pelayanan dan perhatian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus terus ditingkatkan,” ujar Afriansyah.

Keselamatan Kerja dan Penguasaan Teknologi Jadi Prioritas

Selain alih pengetahuan, Afriansyah menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peningkatan pelayanan, serta penguatan koordinasi antartenaga kerja dalam mendukung keandalan transportasi berteknologi tinggi.

Ia turut mengapresiasi ketepatan waktu perjalanan Whoosh yang dinilainya menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan transportasi publik.

“Kemajuan sebuah transportasi tidak hanya diukur dari teknologi yang modern, melainkan dari kualitas pelayanan, soliditas kerja, serta kepatuhan terhadap K3,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan resmi KCIC pada 6 Agustus 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta penumpang hingga akhir Juli 2026.

Sementara itu, sepanjang semester pertama 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan Whoosh mencapai 99,4 persen. Dari 10.640 perjalanan yang dioperasikan, sebanyak 10.574 perjalanan tercatat berangkat sesuai jadwal.

Capaian operasional tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menguasai teknologi transportasi modern.

Wamenaker Harapkan Whoosh Dikembangkan hingga Surabaya

Dalam kesempatan yang sama, Afriansyah menyampaikan harapannya agar layanan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dapat dikembangkan lebih lanjut menuju Surabaya.

Ia juga berharap pengembangan teknologi transportasi serupa pada masa mendatang dapat menjangkau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Namun, harapan tersebut belum merupakan pengumuman keputusan pembangunan ataupun kepastian jadwal pengembangan jaringan kereta cepat baru.

Peringatan HUT ke-11 KCIC sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi pemerintah dan perusahaan dalam meningkatkan kemampuan tenaga kerja nasional, kualitas pelayanan, serta keselamatan operasional.

“Selamat ulang tahun dan sukses untuk KCIC. Semoga momentum ini memperkuat semangat untuk terus meningkatkan pelayanan dan berkontribusi besar bagi kemajuan transportasi nasional,” pungkas Afriansyah.

Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI dan PT KCIC

Editor: Agus Imam S.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.