Lumajang, analisapublik.id -Gunung Semeru di Jawa Timur yang saat ini berstatus Level III atau Siaga menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Jumat malam.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak 15 kali sejak pagi hingga malam hari. Rentetan letusan dimulai pada pukul 05.46 WIB dan terus berlanjut secara berkala hingga letusan terakhir yang terpantau pada pukul 20.14 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa salah satu erupsi besar terjadi pada pukul 19.40 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak. Tak lama berselang, kolom letusan kembali meningkat hingga setinggi 1.000 meter atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut pada pukul 20.14 WIB.
Visual kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah utara.
Merespons kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah instruksi keamanan bagi warga setempat.
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta menjauh dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 kilometer dari puncak guna menghindari ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar.
Area dalam radius lima kilometer dari kawah juga harus dikosongkan karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran serta aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. ( wa/ar)





