CILACAP, analisapublik.id – Selama ini, urusan pengasuhan dan pendidikan anak di rumah sering kali dianggap sebagai domain tunggal kaum ibu. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mencoba mendobrak stigma tersebut. Lewat seminar “Gerakan Ayah Mengajar”, Pemkab Cilacap menantang para ayah untuk turun tangan langsung dalam proses tumbuh kembang buah hati mereka.
Kegiatan yang digelar di Hotel Sindoro Cilacap, Senin (15/12/2025) ini, merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Minomartani, dan Child Funds International.
Melawan Fenomena Minimnya Peran Ayah
Kepala Unit Kerja Bidang Pendidikan YSBS, Arientami, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan terhadap rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan di banyak lapisan masyarakat. Kondisi ini sering kali memicu hambatan perkembangan emosional dan akademik pada anak.
Menurut Arientami, kolaborasi antara satuan pendidikan dan keluarga—dengan kehadiran ayah yang aktif—adalah kunci utama pembentukan karakter anak di era modern. “Peran ayah yang penuh perhatian memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas perkembangan anak,” tuturnya.
Mendampingi Cita-cita, Bukan Sekadar Mencari Nafkah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, yang membuka acara tersebut secara resmi, menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap isu ini bersifat mutlak. Ia menyebut, kehadiran ayah saat anak belajar atau sekadar membaca buku di rumah adalah suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi sang anak.
“Dengan keterlibatan ayah, kualitas pendidikan dapat meningkat. Anak-anak akan lebih terbuka menyampaikan cita-cita dan kebutuhannya, sehingga orang tua dapat mendampingi serta mengarahkannya dengan lebih baik,” ujar Paiman.
Paiman berharap para peserta seminar tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarkan pentingnya peran pengasuhan ayah di lingkungan masing-masing.
Teladan dan Pendamping Utama
Seminar ini turut menghadirkan narasumber praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus mantan Ketua Himpaudi Jawa Tengah, Dedy Andrianto. Dalam paparannya, Dedy menekankan bahwa ayah adalah sosok teladan utama. Kehadiran fisik dan emosional ayah tidak bisa digantikan oleh fasilitas materi semata.
Melalui Gerakan Ayah Mengajar, Pemkab Cilacap mengirimkan pesan kuat: pendidikan keluarga adalah fondasi utama. Tanpa keterlibatan aktif sosok ayah, misi menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing akan sulit tercapai secara maksimal.
(Res)





