analisapublik.id – Dalam semangat menjaga persatuan dalam keberagaman, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar silaturahmi bersama pengurus pengelola dan penghuni Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 7 Agustus 2025, di halaman utama AMN Surabaya yang terletak di kawasan strategis Kota Pahlawan.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk merawat kebhinekaan dan mempererat hubungan antar unsur masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan daerah. Pertemuan ini juga ditujukan untuk menjalin kerjasama strategis antara FPK Jatim dan AMN Surabaya dalam hal pembinaan kebangsaan serta peningkatan wawasan kebinekaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang tinggal di asrama.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan pengurus FPK Jatim yang dipimpin oleh R Muhammad Ali Zaini ditemui langsung oleh Direktur eksekutif AMN bapak Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom. bersama sekretaris AMN Surabaya serta sejumlah mahasiswa perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka mencerminkan semangat inklusifitas dan semangat gotong royong yang terus dijaga di lingkungan AMN.
Acara dilaksanakan pada Rabu pagi, 7 Agustus 2025, bertempat di Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya, dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat nasionalisme.
Ketua FPK Jatim dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keragaman identitas. AMN Surabaya dianggap sebagai representasi miniatur Indonesia, tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah, sehingga menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi dan wawasan kebangsaan secara langsung.
Silaturahmi ini dikemas dalam suasana dialog terbuka, foto bersama, serta diskusi ringan mengenai program-program pembauran yang dapat dikolaborasikan. Kedua pihak sepakat untuk menjalin komunikasi lebih intensif ke depan dan menyusun program bersama yang melibatkan unsur mahasiswa sebagai motor penggerak persatuan bangsa.
Dengan kegiatan ini, FPK Jatim berharap AMN Surabaya tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara bagi para mahasiswa, namun juga menjadi ruang tumbuhnya semangat kebangsaan yang kokoh, inklusif, dan adaptif terhadap keberagaman. (MWR)









