HeadlinePemerintahan

Fantastis , Proyek Betonisasi 17Km Jalur Pantura Pekalongan-Plelen Seharga Rp251 Miliar Dimulai

×

Fantastis , Proyek Betonisasi 17Km Jalur Pantura Pekalongan-Plelen Seharga Rp251 Miliar Dimulai

Sebarkan artikel ini

PEKALONGAN, analisapublik.id — Urusan jalan berlubang dan aspal mengelupas di ruas vital Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah diprediksi segera menemui titik akhir. Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY memastikan proyek ambisius rekonstruksi jalan nasional ruas Pekalongan–Batang–Plelen sepanjang 17 kilometer akan segera dikerjakan.

Tak main-main, anggaran sebesar Rp251 miliar telah dikucurkan untuk mengubah wajah jalan nasional tersebut dari aspal menjadi perkerasan beton (rigid pavement).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jateng-DIY, Ridwan Umbara, mengungkapkan bahwa kontrak proyek preservasi ini telah diteken pada penghujung tahun lalu.

“Iya, kami sudah berkontrak tanggal 15 Desember kemarin untuk paket preservasi jalan Pekalongan–Batang–Plelen dengan nilai sekitar Rp251 miliar,” ujar Ridwan saat ditemui di jalur Pantura Kabupaten Batang, Selasa (6/1/2026).

Prioritas Mudik Lebaran 2026

Proyek ini tidak hanya sekadar tambal sulam. Fokus utamanya adalah rekonstruksi total. Dari target 17 kilometer, porsi terbesar berada di wilayah Kabupaten Batang dan ruas Batang–Kendal sepanjang 14 kilometer, sementara 3 kilometer sisanya mencakup wilayah Kota Pekalongan.

Ridwan menjelaskan, saat ini tim di lapangan tengah melakukan tahap survei dan pengukuran teknis. Pekerjaan fisik alat berat diprediksi akan mulai menderu di aspal Pantura pada akhir Januari ini.

“Target kami minggu ketiga Januari ini sudah mulai fisik, paling lambat akhir bulan,” ungkapnya.

Menariknya, pemerintah memasang target jangka pendek: sebagian jalan harus sudah mulus sebelum gelombang arus mudik Lebaran 2026 tiba. Ruas Jalan Jenderal Sudirman di Kota Batang menjadi “pasien” pertama yang akan ditangani sepanjang 700 meter.

Selain itu, betonisasi di tiga hingga empat titik strategis ruas Batang–Kendal ke arah Semarang juga dikebut. “Yang kami prioritaskan arah ke Semarang karena akan digunakan sebagai jalur mudik,” tambah Ridwan.

Ketahanan Jangka Panjang

Pemilihan konstruksi beton bukan tanpa alasan. Jalur Pekalongan–Batang dikenal sebagai jalur “neraka” bagi aspal karena tingginya volume kendaraan berat, mulai dari truk logistik hingga angkutan industri lintas provinsi. Selama ini, beban berlebih (overload) menjadi biang kerok rusaknya jalan yang kerap dikeluhkan publik.

Proyek ini dirancang sebagai proyek tahun jamak (multi-years) yang dijadwalkan rampung sepenuhnya pada Juli 2027. Dengan konstruksi beton, umur layanan jalan diharapkan jauh lebih panjang dan minim perawatan dibandingkan aspal konvensional.

Meski demikian, pengerjaan besar di jalur utama ini dipastikan akan berdampak pada arus lalu lintas. Pemerintah pun meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk bersiap menghadapi potensi kemacetan selama masa konstruksi 18 bulan ke depan.

“Pekerjaan ini bertujuan menjawab keluhan publik terkait kondisi Jalan Pantura yang kerap rusak. Kami harap masyarakat bersabar demi kenyamanan jangka panjang,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.