HeadlinePemerintahan

Dekranasda Bojonegoro Dorong IKM Tembus Pasar Global, Targetkan Kerajinan Lokal Berdaya Saing Tinggi

366
×

Dekranasda Bojonegoro Dorong IKM Tembus Pasar Global, Targetkan Kerajinan Lokal Berdaya Saing Tinggi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat memperkuat pondasi ekonomi kreatif lokal. Melalui rapat kerja dan pembinaan intensif bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dekranasda Bojonegoro menyatakan ambisi untuk membawa produk lokal menembus kancah internasional.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.762 IKM aktif tersebar di 28 kecamatan Bojonegoro. Mayoritas (1.431 IKM) bergerak di sektor makanan dan minuman, sementara 331 IKM fokus pada kerajinan. Angka ini menunjukkan geliat ekonomi yang signifikan, apalagi dengan 1.349 IKM yang kini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)—indikator meningkatnya kesadaran akan legalitas dan profesionalisme.

Dari Lokal ke Global: Dekranasda Bukan Sekadar Wadah
Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Dekranasda kini lebih dari sekadar mengumpulkan pengrajin. Ia melihat Dekranasda sebagai motor penggerak kebangkitan ekonomi kreatif.

“Dekranasda bukan sekadar tempat berkumpulnya pengrajin, melainkan juga penggerak utama ekonomi kreatif Bojonegoro. Karya pengrajin Bojonegoro tidak boleh hanya beredar di pasar lokal atau nasional, tetapi juga harus mampu menembus pasar internasional,” ujarnya dalam siaran tertulis Pemkab Bojonegoro, Jumat (10/10/2025).

Cantika menjelaskan, fokus utama saat ini adalah memperkuat kapasitas SDM pelaku IKM. Hal ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan, mulai dari desain produk, kewirausahaan, pemasaran digital, hingga inovasi. Upaya ini merupakan langkah krusial untuk memastikan produk Bojonegoro memenuhi standar kualitas dan daya saing global.

Bojonegoro Jadi Pilot Project Program Pusat
Geliat Bojonegoro di sektor IKM mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Cantika mengungkapkan bahwa Bojonegoro terpilih sebagai salah satu dari empat kabupaten di Indonesia yang menerima Program Kecakapan Wirausaha (PKW), bersanding dengan Ogan Ilir, Jepara, dan Lamongan.

Tahun ini, Bojonegoro menyoroti produk unggulan lokal “Obor Sewu”, yang telah ditetapkan sebagai seragam resmi oleh pemerintah daerah. Langkah ini dinilai strategis.

“Ini menjadi nilai tambah bagi Bojonegoro. Kita tidak hanya mencetak wirausaha baru, tetapi juga sudah memiliki pasar yang jelas,” tambahnya, menyoroti sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan pengembangan produk IKM.

Rapat kerja tersebut juga menjadi forum penting untuk menyusun rencana program kerja tahun 2026, memperkuat jejaring antar pelaku usaha, serta menampung masukan. Tujuannya jelas: mewujudkan Bojonegoro yang lebih kreatif, produktif, dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan ekonomi global.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.