HeadlinePemerintahan

Bupati Sumenep Wajibkan Seluruh Komite Sekolah Ikuti Komite Award , Dorong Peran Orang Tua untuk Pendidikan Berkualitas

367
×

Bupati Sumenep Wajibkan Seluruh Komite Sekolah Ikuti Komite Award , Dorong Peran Orang Tua untuk Pendidikan Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SUMENEP, analisapublik – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menaruh perhatian serius terhadap peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Hal ini ditandai dengan instruksi tegas dari Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, agar seluruh komite sekolah wajib mengikuti Komite Award Piala Bupati Sumenep 2025.

Ajang bergengsi ini resmi diluncurkan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam sebuah seremoni hybrid di Rumah Dinas Bupati, Rabu (10/9/2025).

Hadir dalam peluncuran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Agus Dwi Saputra, Ketua Dewan Pendidikan Mulyadi, para pengawas, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang.

Meskipun hadir secara virtual, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan pesan yang sangat jelas. Ia menegaskan, Komite Award bukan sekadar lomba seremonial, tetapi momentum strategis untuk memperbaiki tata kelola dan tata kerja sekolah melalui penguatan peran komite.

“Komite Award hendaknya dijadikan ajang untuk berlomba-lomba memperbaiki kinerja, manajemen, dan pengelolaan sekolah yang lebih baik,” tegas Bupati dalam sambutannya via Zoom.

Lebih jauh, Bupati yang dikenal progresif itu menekankan filosofi utama yang diusung dalam ajang ini: “Komite Kuat, Sekolah Unggul”. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa ditopang oleh guru dan kepala sekolah semata, melainkan dibutuhkan sinergi kuat dengan orang tua dan masyarakat, yang secara struktural terwakili oleh komite sekolah.

“Kita tahu, waktu anak di sekolah hanya 6–8 jam. Selebihnya mereka di rumah, bersama orang tua. Maka, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sangat menentukan hasil akhirnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, komite sekolah tidak perlu menunggu sempurna untuk bergerak. Justru dengan ikut lomba ini, sekolah bisa belajar, berbenah, dan bertumbuh.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mulyadi, menambahkan, Komite Award 2025 bukan hanya lomba dan bentuk apresiasi, melainkan juga sebuah kompetisi sehat antar komite untuk menunjukkan praktik terbaik dalam mendukung kemajuan sekolah.

“Ini bukti komitmen nyata Pemkab Sumenep dalam mendorong sekolah yang transparan, partisipatif, dan berdaya saing. Komite tidak lagi hanya jadi pelengkap, tapi mitra strategis,” ujarnya.

Mulyadi berharap, ke depan sinergi antara sekolah, komite, dan pemerintah daerah semakin kuat. Sebab, dari sinergi itulah akan muncul ekosistem pendidikan yang sehat dan produktif.

“Tak hanya membentuk siswa cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter dan kompeten menghadapi masa depan,” harapnya.

Instruksi Bupati ini sekaligus menjadi seruan moral bagi seluruh kepala sekolah dan pengurus komite di Kabupaten Sumenep. Tidak ada lagi alasan untuk absen dari ajang ini. Komite sekolah harus keluar dari bayang-bayang administratif dan mulai menampilkan peran strategisnya.

Karena itu, Komite Award 2025 bukan hanya milik sekolah-sekolah favorit di perkotaan. Sekolah di desa-desa terpencil pun didorong untuk berpartisipasi, menunjukkan bahwa kualitas bisa tumbuh di mana saja, selama ada kolaborasi dan komitmen.

“Dengan semangat ‘Komite Kuat, Sekolah Unggul’, Kabupaten Sumenep kembali menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya melek pendidikan, tapi juga progresif membangun masa depan lewat peran aktif masyarakat,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.