EkbisPendidikan

BRIDA Tulungagung Dorong Kopi Jadi Komoditas Unggulan Berbasis Riset

10
×

BRIDA Tulungagung Dorong Kopi Jadi Komoditas Unggulan Berbasis Riset

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, analisapublik.id |  Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung mendorong pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan riset, inovasi, dan kolaborasi antara petani, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, serta industri pengolahan kopi.

Komitmen itu dibahas dalam forum Ngolah Pikir dan Inspirasi atau Ngopi yang digelar di Lapangan Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Sabtu. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah petani, pengusaha, dan pelaku industri kopi lokal dari berbagai wilayah di Tulungagung.

Kepala BRIDA Tulungagung Wahiyd Masrur mengatakan, kopi memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan komoditas tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga dapat membuka peluang usaha pada sektor pengolahan, pemasaran, pariwisata, dan industri kreatif.

Menurut dia, budidaya kopi juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Tanaman tersebut dapat dikembangkan di kawasan dengan tutupan vegetasi tanpa harus melakukan perubahan fungsi lahan secara berlebihan.

“Kopi menjadi solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Karena itu, pengembangannya perlu didukung melalui riset dan kolaborasi berbagai pihak,” kata Wahiyd dalam sambutannya.

Potensi Tersebar di Sejumlah Kecamatan

BRIDA mencatat potensi budidaya kopi tersebar di beberapa wilayah Tulungagung. Daerah tersebut antara lain Kecamatan Pagerwojo, Sendang, Gondang, Campurdarat, Besuki, Tanggunggunung, dan Pucanglaban.

Setiap wilayah memiliki karakter geografis, ketinggian, kondisi tanah, dan iklim yang berbeda. Keragaman tersebut dinilai dapat menghasilkan cita rasa kopi yang khas sekaligus menjadi identitas produk berdasarkan kawasan asalnya.

Melalui forum Ngopi, para pemangku kepentingan didorong untuk memetakan persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kualitas bibit, teknik budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, pengemasan, hingga akses pemasaran.

Pendekatan berbasis riset diperlukan agar peningkatan produksi tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu dan konsistensi hasil panen. Standardisasi proses dinilai penting agar kopi Tulungagung mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha juga diharapkan dapat melahirkan inovasi produk serta memperkuat rantai pasok dari tingkat petani hingga konsumen.

BRIDA Tulungagung berharap pengembangan secara terpadu dapat meningkatkan nilai jual kopi lokal, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian desa. Pada saat yang sama, budidaya kopi diharapkan tetap mendukung perlindungan kawasan hutan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.