Gaya HidupPemerintahan

Bangun Kedekatan Minat Baca Anak , Pemkot Surabaya Gaungkan Membaca Nyaring Untuk Anak

7
×

Bangun Kedekatan Minat Baca Anak , Pemkot Surabaya Gaungkan Membaca Nyaring Untuk Anak

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Bunda Literasi, Rini Indriyani, resmi meluncurkan inisiatif Obrolan Literasi Membaca Nyaring (OBROLIN) di Balai Pemuda, Kamis (12/2/2026). Mengangkat tajuk “Dari Suara, Tumbuh Cinta Membaca!”, gerakan ini memfokuskan pada metode read aloud sebagai fondasi kecerdasan anak sejak dini.

Rini Indriyani menegaskan, esensi membaca nyaring bukan sekadar mengeraskan suara saat membaca teks. Lebih dari itu, metode ini merupakan instrumen untuk membangun ikatan batin (bonding) yang kuat antara orang tua dan anak.

“Melalui suara orang tua, guru, dan pendamping, anak-anak mulai mengenal bahasa, emosi, hingga imajinasi. Di situlah benih kecintaan membaca tumbuh, bukan karena paksaan, melainkan rasa senang dan nyaman,” ujar Rini di sela kegiatan.

Menurut istri Wali Kota Surabaya tersebut, meskipun anak belum mampu membaca secara mandiri, stimulasi suara yang penuh kehangatan dapat membantu mereka menyerap kosakata dan intonasi. Ia mendorong agar buku tidak lagi menjadi benda asing, melainkan “sahabat” yang hadir dalam keseharian di rumah maupun ruang publik.

Rini juga menitipkan pesan kepada para orang tua untuk konsisten meluangkan waktu bercerita. “Intensitas komunikasi yang hangat akan melahirkan generasi yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” tambahnya.

Ekspansi ke Tingkat Kelurahan

Gayung bersambut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyatakan bahwa program OBROLIN akan menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem literasi di Kota Pahlawan.

Yusuf memastikan gerakan ini tidak akan berhenti di level kota atau sekolah saja, melainkan merambah hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Kami ingin muncul duta-duta baca dari kalangan orang tua yang menjadi penggerak literasi di lingkungan masing-masing,” kata Yusuf.

Secara teknis, Yusuf menjelaskan bahwa membaca nyaring sangat krusial bagi anak usia 0 hingga 4 tahun. Fase ini merupakan masa emas di mana stimulasi bahasa sangat menentukan perkembangan kognitif sebelum anak mulai belajar menulis.

Kolaborasi Lintas Instansi

Demi keberlanjutan program, Dispusip Surabaya berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, DP3APPKB, hingga Bunda PAUD.

Pemerintah Kota Surabaya juga akan mengoptimalkan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk memberikan pendampingan bagi keluarga muda. Tujuannya jelas: menjadikan literasi sebagai tanggung jawab bersama, dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga.

“Dengan begitu, literasi tumbuh dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak,” pungkas Yusuf.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.