HeadlineOpini

Antisipasi Gempa Sesar Aktif dan Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Siagakan Robot Pemadam hingga Mitigasi Kampung

314
×

Antisipasi Gempa Sesar Aktif dan Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Siagakan Robot Pemadam hingga Mitigasi Kampung

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat barisan pertahanan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi di awal tahun 2026. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di kawasan Koderal V, Pabean Cantikan, Jumat (30/1/2026).

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan keberadaan jalur sesar aktif yang melintasi wilayah Kota Pahlawan. Eri menegaskan bahwa kesiapsiagaan tahun ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan respons terhadap tantangan multidimensi kota metropolitan.

Alarm Sesar Aktif dan Mitigasi Berbasis Kampung

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam apel tersebut adalah ancaman gempa bumi. Surabaya diketahui memiliki jalur sesar aktif yang memerlukan penanganan khusus. Eri menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan sosialisasi masif hingga ke level RT/RW.

“Kami sudah memetakan wilayahnya. Perkampungan yang dilewati sesar sudah diberi sosialisasi mengenai jalur evakuasi dan pengamanan mandiri. Kami ingin kesiapsiagaan ini menjadi budaya masyarakat,” ujar Eri Cahyadi.

Selain gempa, Pemkot Surabaya tetap mewaspadai fenomena rob dan angin kencang yang kerap memicu pohon tumbang serta kerusakan reklame di titik-titik rawan.

Dalam pengecekan sarana dan prasarana (sarpras), Pemkot Surabaya memamerkan integrasi teknologi mutakhir dalam penanganan darurat. Sebanyak 97 unit kendaraan pemadam disiagakan, di mana 30 unit di antaranya dirancang khusus untuk penyedotan genangan air secara cepat.

Menanggapi keberadaan sesar aktif, Eri menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bergerak lebih masif ke akar rumput. Ia menginginkan edukasi mitigasi tidak hanya berhenti di level birokrasi, tetapi menjadi budaya di tingkat RT/RW.

“Kita sudah petakan. Perkampungan yang dilewati sesar sudah diberi sosialisasi; kalau ada gempa harus lari ke mana, pengamanannya seperti apa. Kami akan masifkan lagi agar kesiapsiagaan ini menjadi budaya masyarakat,” imbuhnya.

Strategi penanggulangan bencana tahun ini mencakup lima skema utama: kesiapan logistik siap operasi, penguatan koordinasi lintas sektor dalam komando terpadu, prioritas keselamatan publik, perluasan partisipasi masyarakat, serta evaluasi sistem secara berkala.

Menutup arahannya, Eri mengajak seluruh elemen warga untuk tetap waspada namun tenang. “Kita terus berdoa agar Surabaya dihindarkan dari segala bala, namun secara lahiriah, kita harus siap dengan skema tercepat, tepat, dan terukur,” pungkasnya. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.