infopol

Wakapolda Jatim Soroti Tawuran, Narkoba, dan Perundungan Remaja di Surabaya, Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi

9537
×

Wakapolda Jatim Soroti Tawuran, Narkoba, dan Perundungan Remaja di Surabaya, Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi

Sebarkan artikel ini

Wakapolda Jatim mengajak orang tua dan warga Surabaya mencegah tawuran, narkoba, serta perundungan remaja melalui pengawasan bersama.

Surabaya, Analisapublik.id – Ancaman tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, dan perundungan remaja menjadi perhatian Wakapolda Jawa Timur Kombes Pol Feri Handoko Soenarso saat mengajak masyarakat memperkuat pengawasan terhadap anak melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jumat 6 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Ketintang Barat II Nomor 7 tersebut menjadi sarana kepolisian membangun komunikasi langsung dengan masyarakat mengenai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wakapolda Jatim menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama, dan lingkungan masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan perundungan atau bullying dinilai sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama karena berpotensi mengancam keselamatan dan masa depan generasi muda.

Pencegahan terhadap berbagai persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan tindakan kepolisian, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari lingkungan terdekat anak.

Baca Juga:  Personel BKO Polda Jatim Padamkan Titik Api Karhutla TNBTS di Probolinggo

Orang tua diharapkan lebih aktif mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda munculnya persoalan.

Komunikasi terbuka dalam keluarga juga menjadi bagian penting agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan masalah yang dihadapi tanpa merasa takut atau terabaikan.

Selain keluarga, sekolah memiliki peran dalam membangun kesadaran pelajar mengenai bahaya narkoba, kekerasan antarpelajar, dan perundungan.

Lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter dan kepedulian terhadap keselamatan peserta didik.

Wakapolda Jatim turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal.

Warga diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya situasi yang berpotensi memicu tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kekerasan.

Pelaporan sejak dini diperlukan agar aparat dapat mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi peristiwa yang merugikan masyarakat.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut merupakan bagian dari dukungan Polda Jawa Timur terhadap program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan kepolisian dengan warga melalui komunikasi langsung, kemitraan, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga:  Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Kapolda Tekankan Respons Cepat

Melalui pendekatan itu, Polda Jatim berupaya meningkatkan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap persoalan sosial, termasuk ancaman kenakalan remaja.

Pencegahan tawuran, narkoba, dan perundungan membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan.

Pengawasan bersama dan komunikasi yang terbuka diharapkan dapat membantu menekan potensi kekerasan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak dan remaja di Surabaya.

Reporter: Bhayu Indarto
Redaktur: Aris Setyoadji,

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.