HeadlineNasional

Perkuat Daya Saing Global, Wamenaker Dorong Sertifikasi Profesi Permanent Makeup

4359
×

Perkuat Daya Saing Global, Wamenaker Dorong Sertifikasi Profesi Permanent Makeup

Sebarkan artikel ini

Wamenaker mendorong sertifikasi profesi permanent makeup di Tangerang untuk meningkatkan kompetensi, keselamatan pelanggan, dan daya saing global.

Tangerang, Analisapublik.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong penguatan standar kompetensi dan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja industri permanent makeup guna meningkatkan kualitas layanan, keselamatan pelanggan, serta daya saing internasional saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Rabu 21 Oktober 2026.

Festival internasional yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 tersebut diikuti 700 peserta, terdiri atas 400 peserta Indonesia dan 300 peserta asing dari 24 negara yang terwakili.

Negara dan wilayah yang berpartisipasi meliputi Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Rusia, Turki, Republik Turki Siprus Utara, Irak, Nigeria, Spanyol, Polandia, Jerman, Inggris Raya, Irlandia, dan Brasil.

Kehadiran ratusan praktisi dari berbagai negara menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kualitas tenaga kerja sekaligus meningkatkan posisi industri kecantikan nasional di pasar internasional.

Baca Juga:  InaSkills 2026 Digelar 26–31 Oktober, Kemnaker Siapkan 90 Peserta Menuju Kompetisi Internasional

Afriansyah menekankan bahwa perkembangan industri kecantikan harus diimbangi peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan terukur dan pengakuan keahlian secara resmi.

Menurutnya, keterampilan teknis tidak cukup apabila tenaga profesional belum memahami etika kerja, standar pelayanan, prosedur keselamatan, serta perlindungan konsumen.

Karena itu, sertifikasi profesi dinilai penting untuk memastikan praktisi permanent makeup memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan standar pelayanan.

Penerapan standar kompetensi juga diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kecantikan yang membutuhkan ketelitian, kebersihan peralatan, dan pemahaman risiko tindakan.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, pengakuan kompetensi dapat menjadi bekal tenaga kerja Indonesia untuk bersaing dalam industri kecantikan yang semakin berkembang secara global.

Wamenaker turut menyoroti pentingnya penyesuaian materi pelatihan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar kerja.

Pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan didorong memperkuat kolaborasi dalam merumuskan kebutuhan kompetensi serta memperluas akses pelatihan berbasis praktik.

Kerja sama tersebut diperlukan agar pengembangan keterampilan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menghasilkan peningkatan produktivitas dan peluang kerja yang lebih luas.

Baca Juga:  InaSkills 2026 Digelar 26–31 Oktober, Kemnaker Siapkan 90 Peserta Menuju Kompetisi Internasional

Afriansyah juga menilai komunikasi antara dunia usaha dan penyelenggara pelatihan harus berjalan berkelanjutan agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Dalam festival tersebut, peserta mengikuti kompetisi keterampilan permanent makeup yang mencakup kategori eyeliner, bibir, dan alis.

Sejumlah delegasi internasional turut memperagakan teknik dan metode terbaru sebagai sarana pertukaran pengetahuan serta pengalaman profesional.

Kompetisi dan demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada praktisi Indonesia untuk membandingkan keterampilan, memahami perkembangan teknologi, serta mempelajari standar pelayanan dari berbagai negara.

Meski demikian, peningkatan daya saing industri tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kompetisi dan pertemuan internasional.

Diperlukan tindak lanjut berupa penguatan standar kompetensi, penyelenggaraan sertifikasi yang kredibel, serta pelatihan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh tenaga kerja.

Afriansyah berharap kerja sama pemerintah dan industri mampu menghasilkan sistem pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus memperhatikan keselamatan pelanggan.

Penguatan sertifikasi profesi permanent makeup diharapkan menjadi langkah untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung kesejahteraan pelaku industri kecantikan Indonesia.

Baca Juga:  InaSkills 2026 Digelar 26–31 Oktober, Kemnaker Siapkan 90 Peserta Menuju Kompetisi Internasional

Reporter: Rijen Senario

Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.